Showing posts with label Humor. Show all posts
Showing posts with label Humor. Show all posts

Friday, April 4, 2014

Turis Arab Naik Taksi di Jakarta



Turis Arab Naik Taksi di Jakarta


Ada Turis Arab naik taksi keliling di Jakarta duduk di depan tiba-tiba taxi-nya disalip mobil pick-up yang ngebut, si Arab terkejut dan berteriak: "Ustahiad...! Ustahiad...!"

Gak lama ada mobil truk menyalip, si Arab berteriak lagi: "Ishtibustim....! Isthibustim...!" Sang sopir heran mendengar kalimat dzikirnya.

Gak lama ada mobil truk menyalip, si Arab teriak lagi: "Aik...!" Sang sopir heran mendengar kalimat dzikirnya.

Ada lagi mobil sport yg atapnya bisa terbuka atau tertutup, si Arab teriak "Adzam... Adzam..." Sopir semakin heran..

Ada pula mobil sedan kecil menyusul dari arah kiri, turis Arab mendesis: "Ya Allah, Ikuzus..., Ikuzus...!"

Tiba2 sebuah mobil mewah ngerem mendadak di depannya.., si turis Arab berteriak: "Irraref..., irraref...!!!"

Akhirnya sang sopir penasaran: "Wan, ente lafadz dzikirnya kok aneh.. Ane belum pernah denger tuuh..!??"

Turis Arab jawab : "Siafa yg zikiran. Ane khan baca tulisan di belakang mobil mobil yg tadi menyalip Ente!! Bahasa Ana khan bacanya dari kanan ke kiri.

Sopir : "Haaaaah.....!!?"

Lihat ke atas lagi aja, gak usah malu...

Thursday, April 3, 2014

Caranya Menguji Pasien Sakit Jiwa



Caranya Menguji Pasien Sakit Jiwa

Pada suatu hari, saat meninjau ruang pasien penyakit jiwa, ada seorang peninjau menanya dokter, bagaimana caranya supaya kita bisa mengetahui bahwa pasien itu terkena sakit jiwa atau tidak.

Sang dokter coba menjelaskannya dengan ringkas: "Bak mandi yang sekarang ada di depan ini mari kita isi penuh dengan air, kemudian mari kita membagi-bagikan sebuah sendok, sebuah cangkir dan sebuah ember kepada masing-masing pasien, lalu suruhlah mereka menguras habis air di dalam bak mandi tersebut."

Seorang peninjau berkata: "Aku sudah tahu jawabannya, yaitu orang yang normal tentu akan menggunakan ember, karena ember volumenya paling besar."

Dokter spesialis jiwa berkata: "Salah, orang yang normal akan mencabut sumbat bak mandi itu."

Memiliki Istri Boros



Memiliki Istri Boros



Jono: "Isteriku adalah seorang wanita yang bukan main borosnya!"

Yohan: "Lho, ada apa, apa yang telah terjadi?"

Jono: "Hari Minggu, ia minta uang Rp.800.000 kepadaku, katanya untuk membeli baju; hari Senin, ia minta uang Rp. 600.000 kepadaku yang katanya juga untuk membeli baju; hari Selasa ia minta uang Rp. 500.000 kepadaku juga untuk membeli baju; kemarin ia minta lagi uang Rp. 400.000 kepadaku untuk membeli baju, dan hari ini ia minta uang Rp.200.000 kepadaku alasannya tetap untuk membeli baju. Coba kamu pikir?"

Yohan: "Wah, kok ngga habis-habisnya, sungguh-sunggu sudah keterlaluan. Dia mau beli baju sebanyak itu buat apa?"

Jono: "Aku juga tak tahu, tetapi untungnya tak pernah kukabulkan walau hanya sekali pun, hehehehe..."

Cara Merakit Ayunan



Cara Merakit Ayunan



Seorang ayah dengan bangga membawa pulang satu set ayunan yang akan dipasang di halaman belakang untuk anak-anaknya dan segera mulai untuk merakit itu bersama dengan semua anak-anak tetangga menunggu untuk bermain di atasnya. Setelah beberapa jam membaca buku petunjuk, mencoba agar baut A sesuai ke dalam slot B, dll, ia akhirnya menyerah dan meminta bantuan kepada seorang tukang kebun tua yang bekerja di rumah tetangganya.

Orang tua itu datang, membuang buku manual lalu mulai merakit dan dalam waktu singkat ayunan itu benar-benar dirakit sempurna.

"Ini di luar kemampuan saya," kata sang ayah, "bagaimana Anda merakitnya bahkan tanpa perlu membaca instruksi?"

"Saya beritahu Anda sebuah pengakuan," jawab yang lama-timer, "Saya tidak bisa membaca dan ketika Anda tidak bisa membaca, Anda harus berpikir..."

Menghemat Uang Buat Bapak



Menghemat Uang Buat Bapak



Anak: "Kali ini Bapak boleh menghemat sedikit uang!"

Bapak: "O, anakku, menghemat uang apa?"

Anak: "Semester ini Bapak tak usah membelikan aku buku pelajaran baru. Aku telah tinggal kelas."

Tidak Mengenal Waktu



Tidak Mengenal Waktu



Ada seorang pejalan kaki digigit oleh seekor anjing, ia cepat-cepat pergi mencari dokter. Waktu itu hari sudah pukul 6 sore, dokter sedang siap berkemas hendak pulang kerja.

Melihat dia masuk pintu, dokter merasa tak senang: "Kamu lihat sendiri, sekarang sudah pukul berapa, kenapa kamu datang pada waktu ini?"

"Pak Dok, ini aku tahu, tetapi anjing yang mengigitku itu kan tidak kenal waktu." kata orang itu.



Mengobati Sakit Perut dengan Obat Tetes Mata



Mengobati Sakit Perut dengan Obat Tetes Mata



Seorang India berkata kepada dokter penyakit dalam bahwa dirinya sedang sakit perut.

"Anda hari ini makan apa?" tanya dokter.

"Aku telah makan sedikit buah liar."

Dokter tak berkata sepatah kata pun, ia hanya mengeluarkan sekotak obat tetes, lalu meneteskannya ke kelopak mata si pasien.

"Tahukah apa yang sekarang Anda perbuat. yamg sakit itu perutku, kenapa Anda mengobati mataku?"

"Aku mengobati mata Anda, maksudnya supaya lain kali Anda bisa melihat dengan jelas apa yang dimakan diri Anda."

Akibat Anak Terlalu Sering Menonton Film Superhero



Akibat Anak Terlalu Sering Menonton Film Superhero



Di bawah ini adalah dialog di antara seorang ayah dan anaknya laki-laki yang berusia 3 tahun.

Bapak: "Apakah kamu ingin mengetahui sebuah rahasia?"
Anak: "Ya."
Bapak: "Aku sangat menyayangi dirimu."
Anak: "Apakah Daddy ingin mengetahui sebuah rahasia?"
Bapak: "Ya."
Anak: "Aku adalah Pendekar Kalelawar."

Jangan Naik di Atas Timbangan



Jangan Naik di Atas Timbangan



Pada suatu hari Anto kecil pergi ke rumah Bi Lina yang bertubuh gemuk bulat mencari anak perempuan kecilnya untuk mengajaknya main-main. Melihat di pojok dinding rumahnya terdapat sebuah timbangan berat badan, ia segera hendak mengangkat kaki naik ke atasnya untuk menimbang bobotnya.

Justru pada saat itu anak perempuan kecil Bi Lina itu tiba-tiba mencegahnya dan berkata

"Kamu sekali-kali jangan naik ke atas timbangan itu, kalau tidak, kamu pasti akan menyesal setengah mati..."

Putraku merasa sangat terkejut, ia segera menghentikan gerakan kakinya, kemudian dengan spontan menanyanya,

"Lho, kenapa? Ada apa dengan timbangan ini?"

Anak perempuan kecil tersebut dengan mimik sedih dan dengan suara sangat rendah berkata,

"Kamu tak tahu, Ibuku setiap kali melangkah naik ke atas timbangan ini, turunnya selalu menagis."

Menolong Teman Digigit Ular Derik



Menolong Teman Digigit Ular Derik



Dua orang pria sedang berkemah di hutan ketika seseorang digigit di bagian pantat oleh seekor ular derik. "Aku akan pergi ke kota untuk mencari dokter," kata yang lain.

Dia berjalan sepuluh mil ke kota kecil dan menemukan satu-satunya dokter di sana yang sedang membantu persalinan bayi.

"Aku tidak bisa pergi," kata dokter. "Tapi di sini ada yang dapat Anda lakukan. Ambil pisau, potong X kecil di bagian gigitannya, hisap racun dan meludahlah di tanah."

Orang itu berjalan kembali ke temannya. "Apa yang dikatakan dokter?" korban menangis kesakitan.

"Dia bilang kau akan mati."




Biaya Periksa Anjing di Dokter Hewan



Biaya Periksa Anjing di Dokter Hewan



Seorang pria bergegas ke kantor dokter hewan membawa anjingnya, benar-benar bingung. Dokter hewan memeriksa tubuh anjing yang lemas dan dengan sedih memberitahu pria itu bahwa anjingnya sudah mati.

Sedih karena kehilangan sahabatnya, pria itu bertanya pada dokter apakah ia bisa mencoba satu kali lagi untuk mencoba menghidupkan kembali anjingnya.

Dokter pergi ke ruangan lain dan kembali dengan kucing dalam kandang kawat. Dia meletakkan kandang di meja periksa dan membuka pintu kandang.

Kucing bangkit, menggeliat, melangkah keluar dari kandang dan perlahan-lahan berjalan di sekitar anjing dari kepala ke ekor mengendus tubuh. Ketika sudah selesai, kucing itu menatap dokter hewan dengan "meong", berjalan kembali ke kandang dan kembali tidur.

Dokter hewan memandang pria itu dan berkata, "Aku minta maaf, tapi tidak ada yang bisa saya lakukan."

Mengundurkan diri, pria itu berkata, "Terima kasih untuk mencoba. Berapa banyak aku berhutang padamu?"

"Tiga ratus lima puluh dolar," jawab dokter.

"Apa?!! Tiga ratus lima puluh dollar hanya untuk memberitahu saya bahwa anjing saya sudah mati!??" pria itu tergagap.

"Yah, itu hanya $50 untuk kunjungan dokter. Yang lainnya adalah $300 untuk CAT scan."


Belajar Huruf Braile



Belajar Huruf Braile



Ada orang bertanya kepada si kikir "Kamu sedang melakukan apa?"

"Aku sedang belajar huruf Braille".

"Buat apa kamu mau belajar huruf Braille? Apa karena penglihatanmu kurang baik?"

"Bukan, keadaannya tidak seberat itu. Aku hanya ingin pada malam hari saat aku membaca buku bisa menghemat sedikit listrik."


Mendengar Kabar Anak Kecelakaan



Mendengar Kabar Anak Kecelakaan



Seorang anak muda dengan buru-buru naik ke lantai 6, begitu menjumpai seorang lelaki separo baya, ia segera berkata: "Anda Pak Tris bukan? Yuk, cepat, anak perempuan Bapak telah tertabrak mobil dan sekarang berada di rumah sakit."

Lelaki separo baya itu seketika terkesima: "O, My God! Celaka dua belas! Bagaimana ni?" Ia segera bergegas turun tangga.

Berjalan sampai ke lantai 4, ia baru teringat: "Ah, sama sekali tak benar, aku tak memiliki anak perempuan!"

Saat turun sampai ke lantai 2, ia tiba-tiba menyadari: "Lebih-lebih salah lagi, aku kawin saja belum!"

Begitu sampai ke lantai 1, ia menghentakkan kakinya: "Lho, kok ngawur, namaku kan juga bukan Tris."

Nasib Perampok Bank



Nasib Perampok Bank



Sekawanan perampok sedang menggarong sebuah bank, ada seorang anggota perampok bertindak sebagai pengintai di sebuah jalan keluar bank itu. Sesudah selesai menggarong, kepala perampok menginstruksi beberapa anak buahnya untuk segera kabur.

Saat mereka berlari sampai di ambang pintu, ia bertanya kepada seorang anak buahnya yang ditugaskan berjaga-jaga di situ: "Sekarang apakah semuanya dalam kondisi normal?"

Orang itu berkata: "Pak, ada gejala yang tidak begitu normal, polisi patroli sih nggak ada, hanya saja sepertinya mobil kita barusan telah dibawa kabur oleh pencuri."



Memundurkan Mobil



Memundurkan Mobil



Seorang ibu mau memundurkan mobil, seperti biasa dia bicara dengan anaknya yang baru berumur 8 tahun.

Dia berkata, "Mama mau memundurkan mobil, kalau kena kasih tahu mama ya!"

"Ok!" kata anak itu.

Si ibu pun memundurkan mobilnya.

"Terus, Ma, mundur lagi" kata anaknya.

"Terus terus..." kata anak itu.

Si ibu pun mundur lagi, tiba-tiba "BRAK!!!" mobil yang dia mundurkan menabrak pohon di belakang. Anak dia pun berteriak,

"OK, Ma! Sudah kena!"



Mencabut Gigi Geraham Atas



Mencabut Gigi Geraham Atas



Pada suatu hari ada seorang wanita pergi ke klinik gigi untuk mencabut giginya. Lalu dokter gigi bertanya...

"Mbak.. gigi mana yang hendak dicabut?"

Lalu wanita itu menjawab... "Gigi bagian atas paling belakang"

Tak lama kemudian dokter dengan alatnya mulai mencabut gigi wanita itu... Tetapi yang dicabut adalah gigi di bagian depan. Lalu wanita itu bertanya..

"Dokter... kenapa gigi depan saya yang dicabut? Kan yang sakit yang bagian belakang?"

Dokter gigi itu menjawab,

"Sabar lah... Sebentar lagi sampai ke belakang kok..."

Membual Teknologi Pembuat Hotdog



Membual Teknologi Pembuat Hotdog



Ada seorang Amerika dan seorang Jepang sedang bersama-sama makan hot dog. Orang Jepang berkata: "Di negara kami, membuat hot dog, dilakukan sepenuhnya secara otomatis, yaitu di sini seekor babi masuk, di situ hot dog telah keluar."

Orang Amerika berkata: "No, No, No, mesin kalian sudah ketinggalan jaman. Sekarang kami membuat hot dog dengan cara begini: di sini seekor babi masuk, di situ hot dog telah keluar, lalu pengelola datang memeriksanya, bila ada produk yang tidak memenuhi syarat, maka ia bisa menuang hot dog itu ke dalam mesin kembali, begitu tombol mesin itu kami pencet, di situ otomatis keluar seekor babi."

Hanya Menjual Satu Jenis Buku



Hanya Menjual Satu Jenis Buku



Seorang pengarang novel yang sangat terkenal akan datang meninjau sebuah toko buku di kota Shanghai. Pemilik toko buku merasa luar biasa senangnya bercampur sedikit gelisah karena secara tidak sengaja memperlakukan pengarang itu terlalu baik, sehingga ia menurunkan semua buku yang dipajang di rak-rak buku dan segera menggantinya dengan buku pengarang itu.

Sesudah tiba di toko buku, pengarang novel itu merasa sangat senang bercampur sedikit heran, ia bertanya:

"Yang dipajang di sini kok hanya bukuku, apakah toko buku kalian hanya menjual bukuku saja?"

"Sudah tentu tidak dong," jawab pemilik toko buku itu, "buku-buku novel lainnya pasarannya sangat laris dan semua sudah terjual habis pada beberapa minggu yang lalu."


Membalas Perbuatan Nenek



Membalas Perbuatan Nenek



Seorang nenek memukul cucunya yang telah melakukan perbuatan yang tak seharusnya...

Tiba-tiba ayah anak tersebut datang. Ingin diam tetapi kasihan sama anaknya. Mau ikut campur... tidak berani... Lalu setiap kali nenek itu mengayun tongkat memukul cucu, si ayah juga bertindak menampar muka sendiri. Melihat tindakan si ayah yang agak aneh, si nenek segera berhenti memukul cucunya dan bertanya dengan penuh keheranan pada si ayah.

"Kenapa engkau menampar muka sendiri?"

Jawab si ayah,
"Anakku dipukul orang... dan untuk membalas perbuatannya itu, aku telah memukul anak orang itu."


Menangkap Pengemudi Mabuk di Jalan Raya



Menangkap Pengemudi Mabuk di Jalan Raya



Seorang polisi menangkap pengemudi yang menyetir oleng di jalan raya. Dia menyuruh orang itu untuk meniup napasnya pada breathalyzer.

"Saya tidak bisa melakukan itu, Pak."
"Mengapa tidak?"
"Karena saya penderita asma. Saya bisa mendapatkan serangan asma jika saya meniup ke dalam tabung itu."
"Oke, kalau begitu saya akan mengambil sampel urin Anda di kantor."
"Saya tidak bisa melakukan itu, Pak."
"Mengapa tidak?"
"Karena saya diabetes. Saya bisa mendapatkan gula darah rendah jika saya kencing di luar rumah."
"Baiklah, kami akan mengambil sampel darah."
"Saya juga tidak bisa melakukan itu, Pak."
"Mengapa tidak?"
"Karena saya seorang penderita hemofilia. Jika saya mengeluarkan darah, saya bisa mati."
"Baiklah, kalau begitu coba berjalan garis putih ini."
"Saya tidak bisa melakukan itu, petugas."
"Mengapa tidak?"
"Karena saya mabuk."