Thursday, January 24, 2013

Kapan Helikopter Terbang Pertama kali?



Helikopter terbang pertama kali pada 13 November 1907.

Orang yang dianggap sebagai manusia pertama yang memahami helikopter adalah Leonardo Da Vinci, ketika ia menggambar pesawat aneh tersebut dalam salah satu kertas skestanya. Namun orang pertama yang akhirnya dapat mewujudkan pesawat itu ke alam nyata adalah Paul Cornu.

Paul Cornu, dari Prancis, terbang dengan helikopter bermesin ganda Antoinette 24 hp di Lisieux, Prancis. Penerbangan itu berlangsung 20 detik hingga ketinggian 0,3 meter, dan penerbangan itu dianggap sebagai penerbangan helikopter pertama di dunia.

Sebenarnya, pada 29 September 1907, Louis Charles Breguet dari Prancis telah menerbangkan heli bernama Breguet-Richet Gyroplane No. 1. Helikopter bertenaga empat rotor dengan konstruksi ringkih itu sempat melayang 0,6 meter di atas permukaan tanah. Tetapi, waktu itu laju heli tersebut tak terkendali karena belum memiliki sistem kontrol memadai. Sehingga penerbangan Paul Cornu-lah yang dianggap sebagai penerbangan helikopter pertama.

Helikopter adalah pesawat yang mengangkat dan terdorong oleh satu atau lebih rotor (propeller) horisontal besar. Helikopter diklasifikasikan sebagai pesawat sayap-berputar untuk membedakannya dari pesawat sayap-tetap biasa lainnya. Kata helikopter berasal dari bahasa Yunani, helix (spiral) dan pteron (sayap). Helikopter yang dijalankan oleh mesin diciptakan oleh penemu Slovakia, Jan Bahyl.

Pada tahun 1923, Juan de la Cierva dari Spanyol menciptakan Autogiro, helikopter dengan baling-baling yang dapat naik turun, sehingga menghasilkan tenaga angkat dan terlihat seperti gerakan sayap. Namun gerak sayap itu berimbas pada ketidakstabilan pesawat. Cierva tak sempat menyempurnakan temuannya karena keburu meninggal akibat kecelakaan pada 1936.

Setelah itu, pada 26 Juni 1936, Heinrich Focke dari Jerman menerbangkan helikopter FA-61. Helikopter itu sudah bisa bermanuver layaknya pesawat terbang biasa. Jerman kemudian mengembangkan helikopter lainnya, FL-282 Kolibri, yang sudah dapat menembus kecepatan 140 km/jam, dan dapat terbang di ketinggian 4.000 meter, serta mengangkut beban 360 kilogram.

Meski hampir mencapai bentuk sempurna, fungsi helikopter waktu itu masih belum maksimal. Pengendaliannya masih susah, dan sulit untuk diproduksi massal. Sampai kemudian, pada 8 Desember 1941, Igor Sikorsky, insinyur AS kelahiran Kiev, Rusia, sukses menerbangkan heli VS-300 yang kemudian legendaris. Dia pula yang menjadi orang pertama yang memasang tail rotor di ekor heli sebagai baling-baling tambahan pengimbang gerakan baling-baling utama, yang sampai sekarang masih dipakai.

Hmm… suka dengan posting ini dan ingin membagikannya di blogmu? Silakan baca lebih dulu peraturannya di sini.

No comments:

Post a Comment