Thursday, January 9, 2014

Adolf Eichmann - Perwira Nazi Jerman



Adolf Eichmann - Perwira Nazi Jerman



Adolf Eichmann (lahir di Solingen, Jerman, 19 Maret 1906 – meninggal di Ramla, Israel, 31 Mei 1962 pada umur 56 tahun, dikenal sebagai Adolf Eichmann) adalah Obersturmbannführer (setara dengan letnan kolonel) Schutzstaffel dan Nazi berpangkat tinggi. Karena bakat organisasi dan kecakapan ideologisnya, ia ditugaskan oleh Obergruppenführer Reinhard Heydrich memfasilitasi dan mengatur logistik deportasi massal ke ghetto-ghetto dan kamp konsentrasi di Eropa Timur yang diduduki Nazi. Setelah perang ia berjalan ke Argentina menggunakan laisser-passer (sejenis paspor) yang didapatkan secara curang yang dikeluarkan oleh Palang Merah Internasional dan tinggal di sana dengan identitas palsu. Ia ditangkap oleh agen Mossad dari Israel di Argentina dan diadili di pengadilan Israel atas 15 dakwaan kriminal, termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang. Ia dijatuhi hukuman gantung.


Kehidupan awal - Otto Adolf Eichmann lahir pada 19 Maret 1906 di Solingen, Kekaisaran Jerman. Pada tahun 1913, keluarga Eichmann pindah ke Linz (Austria-Hongaria), di mana Adolf Eichmann dididik. Pendidikannya tidak selesai sehingga ia meninggalkan sekolah pada 1921. Ia melakoni berbagai pekerjaan, yang paling berhasil adalah wakil penjual untuk Vacuum Oil Company. Atas dorongan kawan keluarga, Ernst Kaltenbrunner, ia menjadi anggota Partai Nazi pada April 1932 (nomor NSDAP 899895). Ia dipecat dari jabatannya di Vacuum Oil Company pada tahun 1933, karena saat itu ia sudah menjadi anggota SS (nomor SS 45326).

Kerja dengan Nazi dan SS - Eichmann meninggalkan Austria ke Jerman pada bulan Agustus 1933, di mana ia menjalani pelatihan militer. Ia mengajukan pindah ke SD (Sicherheitsdienst) dan disetujui pada September 1934, memperoleh kedudukan di kantor utama SS di Berlin, dikepalai oleh Reinhard Tristan Eugen Heydrich. Di bulan berikutnya, Eichmann membenamkan diri dalam dunia birokratis atas arsip dan indeks kartu. Ia adalah pekerja yang pandai dan efisien, yang menerima kenaikan terus-menerus, akhirnya mencapai pangkat SS-Obersturmbannfuehrer. Pada 1935, Eichmann dipindahkan ke Departemen II/112, kantor urusan Yahudi di SD.

Berkat usaha keras, akhirnya ia diakui sebagai "ahli" SD pada urusan Yahudi, dan dalam kapasitas ini ia dikirim ke Wina pada tahun 1938 menyusul Anschluss, untuk mengorganisasi emigrasi bangsa Yahudi, sebuah tugas yang dilaksanakannya dengan efisiensi zalim sehingga ia dipanggil untuk menjalankan operasi serupa di Praha. Pada 27 September 1939, Heinrich Luitpold Himmler menciptakan RSHA (Reichssicherheitshauptamt – Kantor Utama Keamanan Reich), mempersatukan percampuran dinas keamanan yang ada dan polisi ke dalam komando tunggal yang dikepalai oleh Heydrich. Eichmann kini melapor ke Heinrich Müller, kepala Gestapo, yang mengangkat Eichmann sebagai kepala Kantor Pusat Emigrasi Yahudi dari Reich, beroperasi dari Berlin.

Perang Dunia II - Dengan pecahnya perang, Eichmann menyaksikan perubahan kebijakan yang fundamental– dari emigrasi "sukarela" menjadi deportasi dipaksa. Selama 1939-1940, ia dan kelompoknya, yang akan termasuk tokoh-tokoh seperti Franz Novak, Rolf Günther, Dieter Wislicency, Otto Hunsche, Hermann Krumey, Theodor Dannecker dan Heinz Röthke, di antara lainnya, bertanggung jawab untuk pembuangan ribuan orang Polandia dan Yahudi dari Warthegau ke Pemerintahan Umum, juga pengusiran lebih dari seribu orang Yahudi dari Reich ke Nisko, Polandia timur. Operasi itu memberikan pengalaman berharga untuk deportasi massal di Eropa yang akan datang. Pada bulan Maret 1941, terjadilah reorganisasi RSHA, sebagai akibat yang seksi Yahudi ditunjuk ke Departemen IVB4, dengan Eichmann sebagai kepalanya. Kegiatan dan tanggung jawab berikutnya atas kematian banyak Yahudi menyusul keputusan mewujudkan "Endlösung"
pada tahun 1941 telah didokumentasikan di mana-mana.

Setelah PD II - Dengan kekalahan Jerman Nazi pada tahun 1945, Eichmann, yang aktivitas kriminalnya banyak diketahui saat itu, melarikan diri dari kamp tahanan Ober-Dachstetten dan bersembunyi di Jerman Barat. Dengan nama samaran, pertama kali ia bekerja sebagai rimbawan dan kemudian peternak ayam, pada tahun 1950, menyusul jejak buronan Nazi lainnya, ia berimigrasi melalui Italia ke Argentina. Di sana, rezim fasis Juan Peron siap menyambutnya dan macamnya. Kini, dengan nama samaran lain, Ricardo Klement, ia menunggu kedatangan isteri dan 2 puteranya, yang akhirnya bergabung dengannya pada tahun 1952. Selama sekitar 8 tahun, Eichmann hidup sederhana di sejumlah tempat yang berbeda dan melakoni sejumlah pekerjaan sedang. Pada pertengahan tahun 1950-an, sentralitas pada kepentingan Eichmann dalam program pemusnahan bangsa Yahudi telah merebak.

Penangkapan - Setelah proses yang berliku-liku, Mossad (badan intelijen Israel) sanggup membuktikan jati diri Eichmann yang sesungguhnya. Sebuah tim diterjunkan ke Buenos Aires, tempat Eichmann tinggal saat itu, untuk membawanya ke Israel untuk diadili atas kejahatannya. Pada bulan Mei 1960, Eichmann diculik dan diterbangkan ke Israel. Lebih dari 9 bulan berikutnya, ia menjadi sasaran interogasi, yang akhirnya sampai ke rekaman tape berdurasi 275 jam, memproduksi catatan 3.564 halaman. Pengadilan Eichmann bermula pada 11 April 1961 dan selesai pada 15 Desember 1961.

Pengadilan itu memancing kontroversi dunia internasional karena pemerintah Israel mengizinkan program berita dunia menyiarkan pengadilan itu secara langsung tanpa pembatasan apapun. Ia dijatuhi hukuman mati. Banding terhadap hukuman itu gagal, ia digantung di tengah malam 31 Mei 1962, yang menjadi satu-satunya hukuman mati resmi yang dilaksanakan dalam sejarah Israel. Tubuh Eichmann dikremasi dengan peralatan sementara yang konon meniru pemandangan di Auschwitz, Chelmno, Belzec, Sobibor, Treblinka, dan Majdanek. Abu jenazahnya ditaburkan di sebuah titik di Laut Tengah, di luar perairan teritorial Israel. 

No comments:

Post a Comment