Friday, February 28, 2014

Sukses Berbisnis Bubur Bayi Tanpa Pengawet



Sukses Berbisnis Bubur Bayi Tanpa Pengawet


Banyak hal bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, namun bagi Anis Purwani yang lahir 13 Maret 1965 di Lampung ini, pilihan bisnis bukan sebatas keuntungan semata, namun juga kemanfaatannya bagi orang banyak. Inilah yang menjadikan ibu 7 anak ini memutuskan untuk memulai berbisnis bubur bayi.


Menurut Anis, berjualan bubur bayi memberikan manfaat besar. Memberikan makanan yang berkualitas di masa keemasan bayi, sangat berperan terhadap proses tumbuh kembang anak. Dalam proses awal, sebanyak 20 cup atau porsi dia buat dan kemudian dijualnya ke`alun-alun kidul, saat sore hari. Setelah melakukan penjajakan selama kurang lebih 1 pekan, dengan tekad bulat, 1 Januari 2012, Anis berjualan bubur bayi yang dia beri label “Favourite”. Anis berjualan tiap pagi hari, mulai pukul 05.30 WIB. Di masa awal berjualan, sekitar 10 hingga 20 cup laku terjual. Lambat laun, cup yang terjual terus bertambah hingga sebanyak 200 cup per harinya.

Di tengah pagi buta, Anis memulai aktifitasnya untuk membuat bubur bayinya yang tanpa pengawet. Anis pun tak main-main dalam menjalankan bisnis bubur bayinya. Mulai dari memilih bahan bahan yang segar, higienitas hingga penyajian. Bahan-bahan yang sudah dibelinya sore hari, kini tinggal diolah menjadi bubur bayi yang berkualitas. Setidaknya ada 4 variasi bahan, dalam 1 menu. Menunya pun terus berganti tiap harinya. Dan yang spesial, tiap hari Jumat, Anis menyediakan menu ikan salmon, ikan yang terkenal memiliki kualitas bagus untuk perkembangan otak si kecil. Bubur bayi buatan Anis pun tidak menunggu lama untuk habis terjual. Buka pukul 05.30 WIB, dan sekitar pukul 08.00, Anis sudah menutup kios buburnya yang terletak di utara Kantor Kelurahan Gajahan, Surakarta, Jawa Tengah.

Namun siapa sangka, alasan untuk berjualan bubur, semata mata-bukan karena masalah finansial, namun lantaran Anis ingin terjaga di malam hari. Selain itu, Anis ingin membantu ibu-ibu untuk memudahkan menyediakan makanan yang tetap berkualitas bagi si kecil. Harga per cup-nya pun sangat terjangkau, Rp 3.000 untuk cup kecil dan Rp 4.000 untuk cup besar. Namun untuk menu ikan salmon, cup kecil dihargai Rp 4.000 dan cup besar dihargai Rp 6.000.

Dari omzet 200 cup per hari, Anis bisa menyisihkan 50 persennya sebagai laba bersih. Dari laba tersebut, Anis bisa membantu mencukupi biaya hidup keluarga, di samping menyisihkan sebagian untuk ditabung. Tak heran, bubur bayi Favourite laris manis, karena dari omset yang didapatkannya, juga disisihkan pula untuk shodaqoh. Bagi Anis, bisnis adalah pegangan dalam hidup. Sang suami yang juga menggeluti usaha fotocopy, persewaan buku, rental CD dan pengetikan, ternyata menular pada Anis. Anis pun sepertinya sudah sangat yakin ingin bergelut di bisnis. Dirinya pun selalu menekankan kepada anak-anaknya, menjadi pegawai adalah pilihan terakhir.

Menurut Anis, banyak sekali keuntungan berbisnis. Selain memiliki waktu luang untuk keluarga, memiliki hubungan baik dengan para pelanggan, yang tidak jarang memiliki status sosial yang jauh lebih tinggi, juga merupakan suatu kebanggaan. (*/Solopos)

Mahasiswa UCEC Tembus Pasar Dunia dengan Furnitur Daur Ulang



Mahasiswa UCEC Tembus Pasar Dunia dengan Furnitur Daur Ulang


Semua berawal dari proyek iseng, tetapi kini  mengantarkan Miela Indarto dan Priscillia Karlinda, dua orang mahasiswi Universitas Ciputra Entrepreneurship Center jurusan Interior and Architecture di Surabaya ini, menjadi pebisnis muda andal.

Awalnya mereka mendapatkan sebuah tawaran untuk mendesain dari teman. Keduanya pun mengobrol santai dan berniat untuk bekerjasama menerima tawaran bisnis yang menjanjikan tersebut.

Tantangan pertama yang mereka harus lalui ialah masalah anggaran. “Waduh, kalau sudah ketemu  masalah budget itu susah,” ujarnya Miela Indarto yang akrab disapa Lala dalam sebuah talkshow Pelatihan Kewirausahaan di Bank Indonesia (3/9/2012).

Ia mengaku klien mau menghendaki barang yang bagus tetapi dengan kualitas maksimal. “Kita ditekan terus untuk bisa menghasilkan produk yang ok tanpa membuat anggaran bengkak,” kata Lala. Ia mencontohkan, jika patokan biaya desain dari Himpunan Desainer Indonesia (HDI) itu minimal Rp 75.000 per meter persegi, ia dan rekannya harus bekerja keras memutar otak menemukan cara bagaimana agar bisa menghasilkan desain yang ongkosnya di bawah harga standar tersebut.
Keduanya bisa saja menolak tawaran pertama itu tetapi memutuskan untuk mengambilnya sebagai tantangan. “Kami ingin ini menjadikan ini sebagai pengisi portofolio kami. Menerima tawaran ini juga membuat kami bisa berlatih bekerja keras sebagai entrepreneur,” terang Lala menjelaskan alasannya menerima tawaran yang sulit tersebut.

Dari menerima tawaran kerja yang menantang itu, Lala mengakui ia bisa belajar banyak tentang cara melobi klien. Semua itu tidak bisa dipelajari di ruang kuliah. “Pertama kali deal sama klien itu kita lega sekali,” kenangnya.

Dari proyek pertama itu, kemudian mereka berdua mendapatkan proyek-proyek berikutnya. Mereka pun merambah menjadi konsultan.
Perfecto, produk furnitur inovatif dari bahan kayu bekas peti kemas adalah hasil kerja keras keduanya yang berawal dari tugas mata kuliah. “Jadi sebenarnya kita tidak ada target untuk bisa sampai pameran di luar negeri. Kami hanya fokus untuk mengerjakan tugas kuliah saja,” tutur wanita dengan gaya bicara yang ceplas ceplos khas Surabaya ini.

Awalnya mereka diajak dosen untuk berkreasi membuat produk yang baru dengan menggunakan bahan bekas. Dan diputuskan untuk memakai material peti kemas.
Untuk sampai pada tampilan dan desain yang seperti sekarang, diperlukan sejumlah upaya penyempurnaan. “Kami tidak langsung bisa menghasilkan produk yang sebagus sekarang,” kata Lala. Mereka harus bersusah payah berpameran, meminta masukan dari berbagai pihak yang bersedia memberikan saran dan kritik. “Berinteraksi langsung dengan klien dan pelanggan itu penting untuk bisa mendapatkan produk yang sesuai selera dan keinginan mereka,” ujarnya panjang lebar.
Keduanya tercatat pernah mengikuti 100% Shanghai Great Expo 2011 yang lalu berkat bantuan dari kepala jurusan Interior and Architecture UCEC. Produk yang mereka pamerkan berupa furnitur dari bahan peti kemas yang menurut Lala dikerjakan dengan maksimal meski itu mulanya cuma tugas kuliah. Mengusung konsep desain hijau alias green design, produk mereka lolos karena desainnya yang relatif lebih ringkas untuk dibawa-bawa dan fleksibel, serta ringan. Tak heran, produk itu terjual laris selama pameran. Bahkan salah satu pembelinya berasal dari kota Da Lian yang berada di ujung utara negeri tirai bambu. Ini mengesankan karena Shanghai berada di pesisir selatan yang amat jauh.

Dari pameran di Cina itulah mereka mendapatkan kesempatan untuk mengecap pengalaman baru dalam dunia bisnis di lingkup internasional. Dari sana mereka mempelajari caranya mengadakan pameran dengan profesional, berunding dengan pihak lain mengenai penentuan harga jual, dan aspek lain yang masih berhubungan dengan sikap dan prilaku yang ideal dalam berbisnis. (*AP)

Kiat Menyambut Pegawai Baru



Kiat Menyambut Pegawai Baru


Dalam banyak perusahaan besar, umumnya tanggung jawab staf HRD untuk menyambut pegawai baru dalam lingkungan perusahaan. Namun, bagaimana jika perusahaan Anda belum mampu memiliki departemen SDM terpisah untuk itu?


Tugas departemen HRD pun harus Anda pikul sendiri dengan memberikan sambutan yang sepantasnya. Kini Anda harus menggunakan beberapa kiat baru untuk membantu bisnis Anda dalam menyambut pegawai baru.

1. Sambutlah mereka

Sambutlah para pegawai baru saat mereka pertama kali masuk kantor. Jangan biarkan mereka menunggu di lobi atau ruang tunggu begitu saja. Maksimalkan kesan pertama Anda, karena itu akan sering menjadi kesan yang mewarnai hubungan pegawai tersebut dengan pegawai baru.

2. Siapkan ruang kerjanya

Saat pegawai baru datang, pastikan ruang kerjanya sudah siap digunakan. Pastikan pula semua peralatan kerjanya berfungsi normal dan siap digunakan menunjang kegiatan kerjanya. Tanyakan apakah ia memiliki syarat khusus tentang ruang kerja agar bisa lebih berkonsentrasi.

3. Buat akun

Bersamaan dengan komputer yang sudah siap, Anda bisa menyiapkan akun email, akun perusahaan dan kata kunci untuknya.

4. Perkenalkan pada tim

Menemui pegawai lain pada hari pertama bekerja bisa jadi sebuah pengalaman yang mendebarkan. Dan mengingat nama semua orang dalam sekali waktu bukan pekerjaan yang mudah. Namun, jangan lupa bahwa Anda perlu membuat orang baru ini merasa nyaman dan diterima dengan baik oleh semua anggota tim.Akan lebih baik jiak ia diperkenalkan langsung dan diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri ke masing-masing anggota tim.

5. Memandunya

Pegawai baru pasti tidak banyak memahami seluk beluk kantor tempatnya bekerja. Hal-hal kecil seperti tempat penyimpanan kertas juga perlu Anda jelaskan. Berikan sedikit penjelasan singkat mengenai denah kantor Anda dan hal-hal kecil yang menunjang kinerjanya di sana. Dan kemudian jangan lupa berikan kesempatan bertanya.

6. Ajak makan

Cara lain untuk membuatnya merasa lebih diterima ialah dengan mengajak makan siang. Ini membutkikan kepedulian Anda semua padanya. Sebelum mengajaknya makan, tanyakan apakah ia memiliki alergi atau ketidaksukaan pada makanan tertentu.

7.  Siapkan dokumen

Siapkan dokumen peraturan perusahaan yang perlu dipelajari pegawai baru. Tak hanya itu, berikan pula detil penting lain seperti fasilitas karyawan dan informasi gaji dan sebagainya.

8. Bersikap apa adanya

Biarkan budaya perusahaan tecermin melalui perilaku dan sikap keseharian Anda. Jika dalam perusahaan berlaku sebuah tata busana tertentu, pastikan pegawai baru mengetahuinya.

9. Berikan pekerjaan

Di hari pertama mereka, jangan membuat pegawai baru hanya bengong mengamati orang lain bekerja. Berikan mereka deskripsi pekerjaan yang menjadi bagian mereka.

10. Berikan tindak lanjut di akhir hari kerja

Sebelum pulang, tanyakan pada pegawai baru bagaimana hari pertama bekerjanya, berikan ia kesempatan bertanya, dan ucapkan terima kasih karena sudah bekerja dengan baik di hari pertamanya.

Andik Purwanto, Raup Laba dari Warnet dan Game Online



Andik Purwanto, Raup Laba dari Warnet dan Game Online


Meski sudah banyak pemainnya, bisnis warung internet yang dipadukan game online masih cukup menjanjikan. Pasalnya, peminat game online dan pengguna internet terus meningkat dari tahun ke tahun.


Mejawab peluang tersebut, Andik Purwanto membuka warnet Violet di Surabaya, Jawa Timur.

Andik memulai usahanya sekitar dua tahun yang lalu. Kini, usahanya semakin berkibar.

Setelah cukup berkembang sejak setengah tahun yang lalu, maka ia memutuskan untuk membuka dan menawarkan kemitraan bagi investor yang ingin membuka usahanya di bidang warnet.

Andik mengatakan, pihak mitra diproyeksikan meraih laba sekitar 60% dari omzet. Dengan kemitraan ini, Andik menyediakan komputer, kursi, air conditioner (AC), dan software untuk mengatur sistem kerja di warnet. Nantinya, mitra harus membayar royalty fee 1% per bulan dari omzet. "Mitra juga bebas untuk memakai nama selain Violet," ujarnya saat dihubungi Ciputraentrepreneurship.com.

Untuk kemitraannya, Andik menawarkan paket investasi berkisar Rp50-100 juta. Mitra hanya menyediakan tempat seluas minimal 40 meter persegi. Untuk omzet yang akan didapatkan sekitar Rp30-50 juta per bulannya.

Andik yakin kemitraan ini akan banyak memiliki peminat. Menurutnya, usaha warnet dan game online makin banyak penggemarnya. Bahkan, hal tersebur memungkinkan dirinya membuka gerai warnet 24 jam penuh.

"Dari sekitar lima mitra yang pernah saya pegang selama ini, tiga mitra sudah habis masa kontraknya. Jadi tinggal dua mitra yang masih ditangani," ujar

Saat ini, pengunjung warnetnya didominasi oleh pelanggan yang gemar game online. "Game online bisa dinikmati semua kalangan umur. Untuk tarif sekitar Rp2.500 per jamnya," katanya.

Andik mengatakan, pihaknya akan mengembangkan bisnis di luar Surabaya. "Maka dari itu harus niat, fokus, memperbanyak jaringan IT, jaringan gamers dan banyak berkenalan dengan investor," katanya. (*DI)

Rintis Bisnis Properti untuk Semua Kalangan



Rintis Bisnis Properti untuk Semua Kalangan


Pasang surut usaha seirama dengan situasi ekonomi, politik, dan keamanan dialami oleh hampir semua perusahaan properti. Kondisi tersebut tak membuat Duwi Syahlevi gentar dalam merintis bisnis properti.

Untuk mewujudkan impiannya, Duwi mendirikan PT Duwi Mandiri System, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa arsitektur dan pembangunan perumahan.

Duwi memulai usahanya sejak Oktober 2010 di Bekasi, Jawa Barat. Ditunjang latar belakang pendidikan teknik sipil, ia ingin membangun perumahan yang murah dan layak bagi semua kalangan.

Banyak kendala dalam menjalankan usahanya, seperti mencari lahan serta mencari perizinan yang merupakan kendala paling sulit. Namun kendala tersebut dihadapinya dengan profesional.

"Dengan langkah tersebut perusahaan dapat mempertahankan posisinya sebagai mitra yang dapat diandalkan dalam bidang usahanya dan memberikan harapan dapat meraih prospek masa depan yang lebih cerah," ujar Duwi saat dihubungi Ciputraentrepreneurship.com.

Perusahaan yang dijalankannya terus berkibar. Kini, Duwi tak hanya fokus di Bekasi namun mencoba untuk melebarkan sayap di Jabodetabek. "Maka dari itu kami akan memperluas wilayah secara perlahan-lahan, karena dengan itu kami bisa bertahan dalam mengelola usaha," katanya.

Untuk omzet sendiri, Duwi menjelaskan pihaknya bisa memperoleh penghasilan yang cukup besar. "Karena dengan satu rumah untuk kelas menengah ke bawah dipatok dengan harga sekitar Rp300 juta." (*DI)

Penyerapan Kredit UMKM di Jawa Barat Rendah



Penyerapan Kredit UMKM di Jawa Barat Rendah



Penyaluran kredit perbankan di Jawa Barat ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baru terserap Rp44,3 triliun sampai pekan kedua September 2012 dari total komitmen kredit yang disediakan Rp175 triliun.

Bank-bank yang beroperasi di Jawa Barat melihat pertumbuhan kredit UMKM, khususnya usaha mikro, sudah mulai melambat karena mulai terjadinya kejenuhan.

Pimpinan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Barat-Banten Lucky Fathul Aziz Hadibrata mengatakan kejenuhan ini terjadi akibat belum meratanya penyaluran kredit kepada pengusaha mikro dan kecil.

"Katakanlah pengusaha kecil itu 8 juta, baru 2,5 juta yang dapat [kredit perbankan]. Sedangkan yang 5 juta lagi belum tersentuh," katanya, hari ini.

Lucky menuturkan bank-bank tersebut perlu merangsangnya dengan penawaran produk kredit baru untuk menarik pelaku usaha mikro mengembangkan bisnisnya.

Strategi itu, menurutnya, bisa memperluas pangsa kredit perbankan di sektor UMKm dengan terus menggali peluang dari pelaku usaha yang memang membutuhkan bantuan kredit.

"Karena itu jaringan harus banyak. Beberapa bank sudah siap ekspansi kantor dan menambah sekitar 2.000 pegawai untuk kegiatan usaha kredit mikro," ungkapnya.

Lucky menyatakan tren positif juga ditunjukkan perbankan di Jawa Barat dengan kesiapan pengembangan jaringan, penambahan sumber daya manusia (SDM), dan peningkatan teknologi informasi untuk merangkul pelaku UMKM.

Walau penyalurannya masih kecil, menurutnya, ketertarikan perbankan di Jawa Barat saat ini telah mengarah kepada UMKM karena potensi margin yang cukup besar.

Hal itu tanpa adanya  insentif ataupun disinsentif dari Bank Indonesia bagi bank atas penyaluran kredit UMKM. "Bank itu memang mencari peluang, dan yang kedua yaitu [mempertimbangkan] risiko," ujarnya.

Lucky menyebutkan salah satunya bank bjb yang memiliki segmentasi ke pasar usaha mikro dan kecil cukup serius bersaing dengan sejumlah bank nasional yang juga agresif menggarap segmen pasar tersebut.

"Karena persaingan antarbank makin ketat, suku bunga kredit diharapkan semakin menurun," ujarnya. (*/Bisnis)

Inilah Prinsip Dasar Investasi



Inilah Prinsip Dasar Investasi


Tak ada yang dapat menyangkal krisis utang Yunani yang merembet ke Spanyol telah membawa dampak besar terhadap perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi China, negara penyerap terbesar komoditas global, turun menjadi hanya 7,6% pada kuartal II/2012.

Permintaan komoditas pun ikut merosot dan berimbas pada turunnya harga bahan baku. Mengingat dua pertiga ekspor Indonesia masih didominasi komoditas, penurunan harga tersebut berimplikasi pada turunnya nilai ekspor sehingga neraca perdagangan dan neraca berjalan kita mengalami defisit pada tahun ini. Pada saat yang sama, meningkatnya ketidakpastian global membuat investor memilih memegang mata uang kuat.

Nilai tukar rupiah pun anjlok signifikan dari Rp8.500 menjadi Rp9.500 per dolar AS dalam setahun terakhir. Di balik dua kabar negatif mengenai ekonomi di atas, untungnya masih ada berita positif mengenai pertumbuhan ekonomi kita yang masih 6,4% pada kuartal II/2012, inflasi year to date yang 2,5%, dan investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) yang melonjak tinggi.

Di tengah keterpurukan ekonomi global dan kemampuan bertahannya perekonomian Indonesia, investor mesti menyadari bahwa prinsip investasi dalam semua aset, baik riil maupun finansial adalah sama. Berikut tiga prinsip dasar investasi yang perlu Anda ketahui.

Membandingkan nilai dan harga

Pertama, investasi itu tidak lain adalah membandingkan nilai dan harga.Investor di mana pun ingin mencari aset yang nilainya jauh di atas harganya dan ingin menerapkan strategi buy low and sell high. Prinsip ini tidak lekang oleh waktu. Definisi sederhananya, harga adalah sesuatu yang kita bayar sedangkan nilai adalah sesuatu yang kita peroleh. Masalahnya, tidak seperti harga yang ada di depan kita, nilai aset itu unobservable.

Tidak ada formula pasti untuk menghitung nilai aset, kita hanya mampu mengestimasinya. Seseorang bersedia membeli tanah, rumah, ruko, atau usaha tertentu untuk investasi karena memandang nilainya melebihi harga yang dibayarkan. Di pasar keuangan, investor lihai yang membeli saham, ORI, sukuk ritel, dan obligasi, juga memegang prinsip yang sama. Demikian juga di pasar tenaga kerja.

Banyak orang bersedia membayar biaya besar untuk memperoleh pendidikan berkualitas karena menimbang nilai atau gaji yang akan diterimanya kelak. Dalam jangka pendek, harga dapat saja menyimpang jauh dari nilainya baik kemahalan karena pelaku pasar terlalu optimistis maupun kemurahan saat investor takut, panik, atau pesimistis berlebihan. Namun, dalam jangka panjang, saya percaya harga akan konvergen menuju nilainya.

Tidak hanya dalam investasi,perbandingan nilai dan harga juga diterapkan saat seseorang membeli barang dan jasa, saat perusahaan menentukan gaji karyawannya, dan saat karyawan memutuskan bertahan di perusahaan tempat bekerjanya.

Maksudnya adalah, ketika ingin bepergian dengan pesawat, makan di restoran mewah, menginap di hotel berbintang,membeli peralatan elektronik, dan memilih kendaraan pribadi, kita selalu membandingkan nilai dengan harga atau menghitung value for money-nya. Tidak ada perusahaan yang bersedia membayarkan gaji seseorang di atas nilai orang itu.

Di sisi lain, seorang karyawan yang merasa nilai dirinya tinggi juga tidak akan mau menerima pekerjaan dengan gaji yang jauh lebih rendah. Dia akan mencari perusahaan atau pekerjaan yang menggajinya sesuai dengan nilai dirinya.

Beli yang Anda pahami

Kedua, dalam berinvestasi, buy what you know and know what you buy. Mereka yang membeli produk keuangan fiktif yang menjanjikan return fantastis hingga menderita kerugian besar sangat mungkin gagal untuk menerapkan prinsip ini. If it sounds too good to be true, it is indeed too good to be true. Jika tidak memahami produk derivatif, Anda jangan tergoda bermain opsi dan macam-macam perdagangan indeks yang marak ditawarkan. Jika tidak suka zero-sum game yang adalah spekulasi mendekati judi, Anda jangan pernah mencoba forex trading.

Pertumbuhan return positif

Ketiga, prinsip terakhir dalam berinvestasi adalah carilah aset yang returnnya positif (necessary condition) dengan pertumbuhan return yang juga positif (sufficient condition). Return positif terjadi jika turunan pertama fungsi harga adalah positif yaitu jika harga aset naik dari tahun ke tahun. Pertumbuhan return positif akan ada jika turunan kedua bernilai positif.Tidak sulit mencari alternatif investasi yang mampu memberikan return positif. Sebagian besar properti atau saham memenuhi kriteria ini, tetapi tidak banyak properti dan saham yang mampu memberikan pertumbuhan return positif.

Misalkan sebuah properti mempunyai fungsi harga dalam beberapa tahun ke depan sebagai berikut Rp200 juta, Rp220 juta, Rp240juta, Rp 260 juta. Return properti itu adalah positif yaitu Rp20 juta per tahun tetapi pertumbuhan return adalah nol. properti ini memenuhi necessary condition, tetapi tidak memenuhi sufficient condition karena pertumbuhan return-nya nol secara nominal. Secara relatif (persentase), turunan keduanya bahkan negatif.

Secara relatif, fungsi return-nya adalah 10% (20/200), 9,09% (20/220),dan 8,33% (200/240) sehingga pertumbuhan return adalah negatif. Karena itu, properti tersebut kurang menarik. properti bagus dan layak koleksi adalah yang mampu memberikan return tahunan positif dan pertumbuhan return (turunan kedua), secara nominal dan relatif, yang juga positif.

Contoh properti seperti ini adalah yang fungsi harganya Rp200 juta, Rp220 juta, Rp260 juta, Rp350 juta, dan seterusnya. Return setinggi ini tidak akan diperoleh jika Anda membeli pada harga terlalu tinggi di atas nilainya.

Kesimpulannya, prinsip dasar investasi itu adalah mencari aset yang kita pahami yang nilainya jauh di atas harganya sehingga ke depan baik return (turunan pertama) maupun pertumbuhan return (turunan kedua) akan positif. (*/Harian Seputar Indonesia)

Risky Irawan, Berjaya Berkat Jasa Toko Online



Risky Irawan, Berjaya Berkat Jasa Toko Online


Saat ini bisnis online sudah banyak digeluti oleh banyak orang. Selama ini, bisnis online dilakukan dengan menawarkan barang atau jasa melalui situs-situs populer seperti Facebook, Multiply, Kaskus, dan sebagainya. Namun, ada juga yang melakukannya dengan membuat situs atau blog pribadi.

Peluang inilah yang diambil Risky Irawan. Sejak Mei 2012 Risky menawarkan website untuk para pebisnis online. "Untuk nama websitenya adalah www.kaffah.biz, dengan mengunduh website tersebut maka nanti bisa menemukan tawaran beberapa jenis toko online," ujar pria yang berkantor di kawasan Bogor, Jawa Barat ini.

Menurut Risky, bisnisnya diminati. "Dari launching sampai saat ini, sekitar 3,5 bulan kami mempunyai sedikitnya 1.600 member," ujar Risky saat dihubungi Ciputraentrepreneuship.com.

Risky menambahkan, hal yang mendasarinya dalam mengeluti bisnis ini karena dirinya sangat tertarik dengan internet marketing. Selain itu, dirinya ingin membantu usaha kecil dan menengah (UKM) dalam rangka pencitraan merek dan produk di dunia maya.

Kendala utama bisnis yang digeluti Risky ialah kurangnya pemahaman mengenai pentingnya internet marketing. "Jadi kami memberikan edukasi internet marketing bagi perusahaan menengah ke bawah yang belum mengerti sama sekali keunggulan internet marketing," ungkapnya.

Risky mengatakan, saat ini sudah banyak pebisnis kecil dan menengah yang maju dengan menggunakan internet marketing. "Baik dari omzet, mereknya banyak yang dikenal. Karena itu internet marketing sangat penting bagi para entrepreneur."

Untuk menarik pelanggan, Risky menerapkan strategi pemasaran dengan memberikan fitur gratis. Strategi ini cukup berhasil, buktinya dia mampu mengaet 1.600 member dalam waktu yang singkat.

Omzet yang didapat Risky sangat fenomenal. Ia menagatakan, pendapatannya mencapai sRp900 juta per bulan. "Untuk awal tahun depan sudah bisa di angka kisaran Rp1 miliar," ujar Risky.

Mengenai resep suksesnya, Rizky menekankan dalam menjalani usaha harus tetap fokus, istiqamah, berdoa, dan banyak belajar. "Jika semua itu dilaksanakan, maka kemudahan dalam berbisnis akan didapatkan," jelasnya. (*DI)

Strategi Ubah Fans Facebook Jadi Pembeli



Strategi Ubah Fans Facebook Jadi Pembeli


Banyak pemilik UKM merasa bingung dengan cara pemasaran di Facebook yang paling efektif. Biasanya mereka hanya membuat sebuah laman fans di Facebook dan mengisinya dengan berbagai konten tanpa mengetahui strategi apa yang harus dilakukan untuk mengubah fans yang sudah bersedia klik tombol ‘like’ menjadi pembeli produk atau layanan mereka.

Jika tujuan utama bisnis Anda terjun dalam jejaring sosial terutama Facebook ialah untuk mendapatkan sebanyak mungkin konsumen atau pembeli, jangan cemas. Pertama-tama Anda perlu  berpikir bahwa memiliki laman fan di Facebook hanyalah langkah pertama, bukan tujuan terakhir, untuk menggerakkan fans di dalamnya ke luar, yakni ke situs bisnis Anda atau laman web yang khusus menerima pesanan atau order produk atau layanan Anda. Berikut adalah strategi yang menurut pakar dan praktisi jejaring sosial Amy Potterfield bisa Anda terapkan untuk mengubah para fans menjadi pembeli. Selamat menyimak!

Strategi 1: Libatkan fans dengan konten yang mereka bagikan
Facebook ialah tempat berkumpulnya anggota komunitas virtual yang memberikan wajah bagi brand yang Anda coba usung. Namun, jangan sampai laman Facebook itu menjadi tempat untuk mengirimkan spam bagi para fans. Mereka berada di Facebook bukan untuk merasa terganggu dan kesal dengan promo yang bersifat spam. Mereka ingin berinteraksi layaknya dengan sesama manusia, bukan brand yang tanpa wajah dan kepribadian.

Itulah mengapa strategi pertama ialah mendorong fans untuk terlibat dalam percakapan yang ada bukan untuk menawari mereka dengan membabi-buta produk Anda. Semakin banyak like ,share , komentar dan fans yang mengunggah foto dan konten ke laman Anda, makin tinggi skor EdgeRank Anda yang artinya Anda akan memiliki jumlah fans dan teman yang berpeluang melihat konten Anda lebih tinggi. Berdasarkan estimasi Facebook sendiri, hanya 16% posting dalam laman fans yang bisa mencapai newsfeed setiap fan.

Foto, pertanyaan dan konten interaktif lainnya, bersama dengan imbauan untuk bertindak seperti “klik di sini” dan “bagikan ini”, mendorong fans memanfaatkan peluang berinteraksi dengan brand Anda.

Strategi 2: Ubah fans yang antusias menjadi pembeli
Setelah Anda berhasil melibatkan fans dalam laman Facebook Anda, ukurlah dengan jumlah orang yang membicarakannya (talking about this) yang menerangkan banyaknya interaksi fans sepanjang waktu. Setelah itu saatnya untuk mendorong fans menuju tahap selanjutnya.

Strategi berikut ialah dengan berbagi konten yang mengundang fans bukan untuk berkomentar, berbagi atau klik ‘like’. Kini saatnya Anda mendorong mereka untuk mendorong mereka mengunjungi tautan menuju laman web di luar Facebook, atau aplikasi bisnis Anda. Dengan demikian, Anda bisa mengarahkan mereka untuk menjadi konsumen bisnis Anda.

Namun, jangan sampai Anda serta merta mendorong mereka tanpa memberikan tawaran yang menguntungkan mereka. Anda bisa menawarkan tawaran untuk ikut serta dalam sebuah lomba atau kontes, atau undian,  atau sebuah ebook atau kesempatan mengikuti webinar (seminar via web).

Strategi 3: Perkenalkan peluang penjualan via surel (email)
Karena sekarang Anda sudah memulai memiliki daftar fans yang cukup banyak di Facebook, Anda kini bisa mulai menggunakan metode email marketing untuk menjalin hubungan dengan fans yang telah siap membeli, dan secara bertahap memperkenalkan peluang penjualan juga.

Email marketing ialah bagian ketiga dari strategi mengubah fans Facebook menjadi pembeli. Dengan kata lain, Anda tidak perlu menjengkelkan semua orang dengan memberikan mereka semua penawaran yang Anda miliki, tetapi hanya mengirimkannya pada para fans yang antusias dan sudah siap membeli saja.

Fokuslah pada pembuatan konten jejaring sosial yang membuat fans terus terlibat aktif, sebagaimana yang Anda telah lakukan di jejaring lainnya.

Kuncinya ialah engan menyeimbangkan konten yang menarik dengan pesan penjualan. Satu pendekatan yang bisa digunakan ialah dengan mengirimkan email untuk mendorong audiens Anda mengunjungi blog atau situs bisnis Anda dan membaca artikel di dalamnya. Mendaftar webinar atau mengunduh laporan terkini yang sudah Anda susun. Setelah mereka membaca semua konten itu, Anda bisa menggunakan email marketing untuk mendorong mereka mengambil langkah berikutnya dan berbisnis dengan Anda lebih jauh lagi. (*AP)

Sumber gambar:
seomoz.org

Ingin Berbisnis Online? Baca Ini



Ingin Berbisnis Online? Baca Ini


Bisnis online menjadi sebuah peluang bisnis tersendiri di era digital ini. Toko online tampaknya bisa menjadi salah satu lahan bisnis baru bagi Anda. Modalnya pun relatif tidak terlalu besar, Anda tak perlu menyewa toko dengan segala biaya operasional serta perawatannya.

Dalam acara  Peluncuran E-Commerce dan M-Commerce The Body Shop, hari Rabu (12/9) lalu, Iim Fahima Jachja, CEO Virtual Consulting mengungkapkan bahwa Hasil suvei Payment Solution terhadap negara-negara di seluruh dunia menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan transaksi online paling tinggi se-asia pasifik.

Melihat celah itu, tidak ada salahnya untuk berpikir memulai  bisnis online untuk mencari keuntungan atau sebagai pekerjaan sampingan yang menguntungkan. Atau tak menutup kemungkinan sebagai bisnis utama Anda.
Nah, bagi Anda yang baru saja ingin merintis bisnis online, tak ada salahnya untuk membaca sedikit saran dari beberapa pakar yang sudah ahli di bidang online shoping.

1. Niat berbisnis yang baik

“Banyak E-Commerce di Indonesia yang memang dibuat untuk menipu” kata Aria Rajasa, Praktisi E-Commerce. Melihat kondisi bisnis online yang demikian,, pastikan niat utama Anda berbisnis adalah menjaring keuntungan dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Jangan membuat toko online dengan tujuan penipuan, karena akan memberikan dampak yang buruk dan Anda akan mengalami kesulitan-kesulitan yang lebih banyak lagi.

2. "Call centre" yang jelas

Berikan nomor kontak yang bisa dihubungi oleh customer. Hal ini tentunya bertujuan memberikan kenyamanan dan menambah kepercayaan pelanggan ketika akan berbelanja. Mereka bisa menanyakan lebih lanjut tentang barang yang akan dibeli dengan mudah. “Contohnya kita saat ini sudah memiliki call centre yang melayani pertanyaan pelangan. Seperti tengat waktu barang sampai, warnanya, walaupun sebenarnya bisa dilihat di website” kata Budi Utomo, E-Commerce and Social Selling Manager The Body Shop Indonesia

3. Tampilan web  yang menarik

Tampilan website yang menarik dan dengan sistem navigasi yang mudah juga menjadi salah satu pertimbangan calon pembeli untuk tetap melanjutkan proses pembelian atau tidak. “Website harus kelihatan enak, user friendly serta navigasinya gampang” kata Ardistia, pemilik Ardistia New York, produk fashion yang dipasarkan melalui sistem online.

4. Harga yang relatif murah

Keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi adalah tujuan utama dalam berbisnis. Namun, jangan tergoda untuk meraih keuntungan cepat yang tinggi. Selain itu, harga yang murah di awal bisa menjadi sarana untuk menjaring pelanggan agar tetap bertahan menjadi pelangan setia. “Jangan patok harga yang mahal. Cari dulu pelanggan sebanyak-banyaknya. Kalao pelanggan sudah banyak, suatu saat jika kita mau menaikan harga, mereka sudah tahu kualitas kita” kata Sesi Idris, kepada Kompas Female beberapa waktu lalu. Sesi saat ini juga sedang merintis bisnis online antar teman-temannya.

5.Jangan terpaku pada satu "supplier"

Lebih banyak supplier akan lebih banyak pilihan barang yang bisa kita jual. Jika kita hanya mencari barang dari satu supplier saja, maka pembeli tidak bisa terlalu banyak mendapatkan pilihan dari segi harga dan kualitas. (*/Kompas.com)

Sepeda Unik dari Alumunium Bekas



Sepeda Unik dari Alumunium Bekas


Barang bekas seperti aluminium setelah rusak biasanya hanya akan berakhir di tempat sampah atau dijual ke pengumpul barang bekas. Namun di tangan dosen Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Suyitno, alumunium bekas disulap jadi alat transportasi berupa sepeda.

Sepeda yang dikembangkan Suyitno memang unik. Tidak hanya karena berasal dari bahan daur ulang, sepeda yang diberi nama Castbike ini rangkanya dibuat melalui proses pengecoran. Padahal rangka sepeda pada umumnya dibuat dengan pipa yang disambung melalui proses pengelasan. “Pembuatan rangka sepeda dari pipa memerlukan bahan baku dan teknologi pengelasan yang relatif kompleks untuk produksi secara massal,” tutur Suyitno, seperti dilansir situs Universitas Gajah Mada.

Kenyataan tersebut mendorong Suyitno mencari alternatif proses produksi rangka sepeda dengan menggunakan teknologi pengecoran sederhana. Dengan teknologi cor sederhana itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pipa dan pengelasan yang tergolong kompleks.

“Proses produksinya lebih sederhana dengan pengecoran ini. Selain itu, teknologi ini memberikan peluang kepada IKM di Indonesia untuk memproduksi rangka sepeda tanpa tergantung pada penggunaan pipa dan pengelasan yang rumit,” ungkap Suyitno.

Rangka sepeda Castbike tersusun atas tiga komponen, yaitu rangka depan, rangka samping kanan, dan rangka samping kiri. Ketiga komponen tersebut disusun dan disambung dengan menggunakan baut. Sementara, komponen rangka depan pada lubang dudukan sadel, lubang dudukan stang, dan lubang poros pedal dicetak pejal serta dilubangi dengan mesin bubut. “Perakitannya kami kerjakan sendiri,” ujarnya.

Saat ini Suyitno mengembangkan tiga buah model sepeda Castbike, yaitu jenis urban untuk laki-laki, urban untuk perempuan, dan model sepeda gunung. Dia pun menargetkan dalam sehari bisa memproduksi lima unit sepeda castbike. “Produksi sudah berjalan dan paten sudah diajukan. Semoga dalam waktu dekat bisa segera dirilis,” kata Suyitno.

Dalam pembuatan sepeda ini, Suyitno menggandeng industri kecil dan menengah (IKM) perajin aluminium yang berada di Giwangan, Yogyakarta. Sejumlah komponen seperti rangka, pedal, stang, dan stem yang digunakan merupakan hasil daur ulang cerdas sejumlah perajin aluminium. “Pembuatan sepeda ini melibatkan IKM dalam pembuatan komponen sepeda yang dibuat melalui proses daur ulang,” pria yang fokus menekuni kajian Metalurgi itu.

Metode daur ulang cerdas yang digunakan para perajin aluminium di Yogyakarta ini dikenalkan oleh Suyitno karena keprihatinannya terhadap pengrajin aluminium yang hanya menghasilkan produk yang seragam, yaitu peralatan rumah tangga secara massal. Kondisi tersebut menjadi dilematis saat bahan baku mengalami kelangkaan di pasaran dan perajin tidak bisa menaikkan harga jual sehingga terjadi kelesuan di sektor usaha tersebut.

Guna mengatasi situasi tersebut, dia pun menawarkan kepada perajin untuk melakukan diversifikasi produk hasil daur ulang aluminium. Dan hasilnya, dari pendampingan yang dilakukan sejak 2006 silam, para perajin aluminium tidak hanya memproduksi alat-alat rumah tangga seperti wajan, alat kukus, dan panci, tetapi juga menghasilkan barang lain seperti aksesoris dan perlengkapan kendaraan yang kini digunakan.

Castbike Suyitno terpilih sebagai salah satu dari 104 karya inovasi Indonesia paling prospektif di 2012 versi Business Innovation Center (BIC) Kemenristek RI. Kompetisi tersebut diikuti 2.519 karya inovasi dari berbagai bidang.

Foto: ugm.ac.id

Cetak Omzet Puluhan Juta dari Mi Ayam



Cetak Omzet Puluhan Juta dari Mi Ayam


Bisnis makanan memang tak pernah surut. Salah satunya ialah bisnis mi ayam. Meski banyak pemain, toh bisnis ini tetap menjanjikan. Hal tersebut membuat Teguh Mardianto mantap mengeluti usaha yang telah dirintis oleh ibunya sejak tahun 1993 di daerah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Untuk memajukan bisnis mi ayamnya, Teguh menelurkan banyak ide dan inovasi. Hasilnya, usaha yang dikelolanya sangat maju dengan banyaknya pelanggan yang menggemari mi ayam racikannya.

"Dulu awalnya usaha mi ayam saja, tapi kami terus melakukan inovasi dan memberikan menu tambahan baru seperti milk shake and juice," ujar Teguh saat dihubungi Ciputraentrepreneuship.com.

Strategi pemasaran yang diterapkan Teguh sangat efektif. Teguh melakukan promosi baik secara langsung maupun visual dengan menekankan nama "Mi Galak." "Mi Galak artinya adalah Mi Ga Akan Lama Lagi Kaya," papar Teguh.

Dengan strategi tersebut, Teguh mampu menjangkau semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. "Dari kalangan anak muda, baik SMP, SMA, maupun mahasiswa. Banyak juga dari kalangan orang tua," katanya.

Omzet yang diraih Teguh sangat besar. Menurutnya, per bulannya bisa mencapai Rp20 juta. (*DI)

EXCELSO, Kopi untuk Kalangan Menengah Atas



EXCELSO, Kopi untuk Kalangan Menengah Atas



Bagi Anda penggemar kopi tentu tak asing dengan nama EXCELSO. Kafe EXCELSO tersebut kali pertama dibuka pada September 1991 di Plaza Indonesia, Jakarta, untuk mendukung merek kopi yang baru diciptakan oleh PT Santos Jaya Abadi, yaitu kopi EXCELSO. Kopi EXCELSO dibuat dan dipasarkan tetap dalam bentuk kopi biji dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan kopi kelas menengah ke atas serta menghapus image kopi campuran yakni kopi dicampur dengan jagung.

Kafe EXCELSO didirikan untuk mendukung pemasaran dan image yang hendak diciptakan untuk kopi EXCELSO. Dengan memilih pasar kelas menengah ke atas, maka kopi EXCELSO hanya dapat ditemui di supermarket-supermarket tertentu dan di Kafe EXCELSO.

Dengan adanya Kafe EXCELSO, maka masyarakat dapat menikmati kopi yang diseduh secara langsung begitu dipesan.

Sejak didirikan sampai dengan saat ini, EXCELSO terus berkembang dalam jumlah gerai, konsep pelayanan, desain serta jenis kopi, makanan dan minuman yang disajikan. Hal ini seiring dengan tuntutan masyarakat yang telah menjadikan kopi sebagai bagian dari gaya hidup.

Jumlah gerai EXCELSO saat ini telah mencapai 80 buah gerai yang tersebar dilebih dari 24  kota di Indonesia, yaitu: Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan sebagainya.

Kisah Jatuh-bangun Pemilik Corner Kebab



Kisah Jatuh-bangun Pemilik Corner Kebab



Sebagai pebisnis baru, tentu banyak masalah yang harus dihadapi oleh Ardi, nama panggilan dari pemilik franchise atau waralaba Corner Kebab, Ardiansyah Murdiawan Saputra.

Namun, berbagai masalah itu dianggap Ardi bukan sebagai hambatan, melainkan tantangan yang harus diselesaikan.

"Menurut saya, dalam berwirausaha tidak ada hambatan, yang ada hanya tantangan," ujar Ardi, belum lama ini.

Walaupun demikian, Ardi mengungkapkan bahwa ada satu kejadian yang sulit untuk dilupakannya hingga saat ini. Kejadian itu bermula saat Corner Kebab pertama kali berdiri pada 2007. Saat itu, ia ditinggalkan seluruh karyawannya.

Dirinya mengaku tidak tahu alasannya, mengapa mereka meninggalkannya. Yang ia tahu, hanya salah satu dari karyawannya itu pulang ke kampungnya di Surabaya, sedangkan yang lain mengikuti. Termasuk, ikut tidak kembali. “Yang tinggal bersama saya tinggal satu orang," kenangnya.

Ardi memperkirakan, karyawannya berasal dari tempat yang sama, sehingga memiliki keterikatan secara daerah dan kompak untuk tidak kembali.

Atau alasan lainnya, menurut dia, yang paling mungkin adalah mereka merasa jauh dari kampungnya di Surabaya, karena harus bekerja di Jakarta. "Tapi, usaha harus terus berlanjut. Jadi, kami mulai lagi rekrut karyawan baru," ujarnya.

Bukan hanya datang dari pekerjanya, Ardi menuturkan, tantangan sebelumnya juga datang dari orang tuanya pada saat ia memutuskan keluar dari pekerjaannya di Batam dan berwirausaha.

"Tentu, orang tua heran, mengapa saya ingin berhenti, padahal di pekerjaan saya semua fasilitas mencukupi," ujarnya.

"Pada awalnya, orang tua memang protes, tapi karena mereka melihat prosesnya, akhirnya malah mendukung," tambahnya.

Sebelum membuka gerai kebabnya di Jakarta, Ardi juga pernah mendirikan lembaga belajar mengajar privat di Surabaya. Selain itu, ia pernah membuka servis komputer untuk mahasiswa.

“Yang jelas, keliling-keliling, tapi paling sebulan hanya dapat penghasilan Rp500 ribu sampai Rp1 juta," tuturnya. (*/VIVA.co.id)

Mengapa Teman Sekelas yang Lebih Muda Lebih Sukses



Mengapa Teman Sekelas yang Lebih Muda Lebih Sukses



Pernahkah Anda merasa tersaingi dengan seseorang yang usianya tak lebih tua dari Anda, bahkan lebih muda tetapi telah berada setingkat dengan Anda? Anda bisa menemukan orang-orang seperti ini di berbagai kesempatan, seperti di kelas saat Anda masih sekolah dulu, atau kuliah atau bahkan saat sekarang bekerja. Mereka bisa saja masuk lebih awal atau bersamaan dengan kita, tetapi mereka melaju lebih kencang dalam berbagai hal. Apa pasal?

Sebuah temuan menarik mengatakan bahwa para mahasiswa universitas yang usianya lebih muda mencetak prestasi yang lebih tinggi daripada teman sekelas mereka yang usianya lebih tua. Persentase perbedaan prestasi itu dari 0,6% hingga 3,3% untuk setiap perbedaan usia 11 bulan. Ini adalah simpulan dari sebuah penelitian ilmiah yang dilaksanakan oleh ilmuwan Michele Pellizzari dan Fransesco C. Billari dari Bocconi University di Italia.

Satu alasan yang masuk akal untuk itu mungkin adalah bahwa para mahasiswa yang usianya lebih belia dalam sebuah kelas cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan ini mendorong mereka untuk menyingkir dari kehidupan sosial. Dengan tidak terlalu banyak bergaul, mereka cenderung pula untuk menghabiskan waktunya untuk belajar, demikian kata para peneliti. (*AP)

Sumber gambar:
utkstair.org

Mugiyanto, Mantan TKI yang Sukses Jadi Pengusaha Batako



Mugiyanto, Mantan TKI yang Sukses Jadi Pengusaha Batako



Tujuh tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea di Korea, benar-benar tidak disia-siakan oleh Mugiyanto, yang umurnya sudah tidak terbilang muda.

Bapak satu anak yang tinggal di Dusun Silowan, Kelurahan Pager Sari, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini merasa cukup mengais modal dengan tiga tahun menjadi buruh bimbel (1997-2000), dan empat tahun menjadi buruh tekstil (2005-2009). Setelah itu, ia menekuni bisnis pembuatan batako, paving, bis beton, kolong selokan, dan lain-lain.


Sekitar tujuh tahun menjadi TKI merupakan waktu yang sangat singkat sekali dalam mencari modal. Oleh karena itu, ia tidak membuang-buang waktu yang relatif singkat tersebut untuk bekerja dan menabung.

Mengapa ia tidak membuang-buang waktu? Sebab, Mugiyanto setelah mendarat di tanah Air akan menjalani usaha sendiri.

Mugiyanto menjelaskan, untuk melakoni bisnisnya tersebut modal yang dibutuhkan mencapai ratusan juta. Modal tersebut dikucurkannya untuk membeli tanah tempat produksi dan gudang sederhana sebesar Rp90 juta. Untuk peralatan dan mesin cetak batako, bis beton, dibutuhkan modal sebesar Rp45 juta. Membeli dua unit truk kecil untuk mengantar produk pesanan dan operasional diperlukan uang sebesar Rp100 juta. Nah, itu belum terhitung bahan-bahan, seperti pasir, semen, dan sirtu.

Jadi, dalam membuka usahanya, ia menyiapkan modal kurang lebih sebesar Rp225 juta. "Semua uang saya peroleh dari menabung selama menjadi TKI di Korea," ujarnya.

Kini, usahanya berjalan maju. Mugoyanto mengaku dirinya mampu meraup untung sebesar Rp5 juta hingga Rp 7 juta per bulannya. (*DI)

Sekolah Bisnis Cuma Hasilkan "Yes-Men"?



Sekolah Bisnis Cuma Hasilkan "Yes-Men"?


Di berbagai jurusan MBA di Amerika Serikat, terjadi tren penurunan jumlah peminat. Demikian menurut laporan The Wall Street Journal.  Aplikasi program penuh waktu MBA turun sekali lagi dalam 4 tahun berturut-turut.

James Price dalam BusinessInsider.com mengkritisi bagaimana sekolah-sekolah bisnis dan jurusan MBA itu menghasilkan lulusan yang berkompetensi sebagai manajer, bukan entrepreneur. Padahal di sisi lain, berbagai perusahaan besar meminta para lulusan MBA itu untuk menjadi seseorang dengan kemampuan layaknya entrepreneur. Price menjelaskan para perekrut korporasi besar mencari lulusan bergelar MBA yang mampu  bekerja dalam tim. berpikir kritis, berkomunikasi dengan jelas, bergerak dengan lincah dan nyaman bekerja dalam lingkungan yang penuh ketidakpastian, mencoba sesuatu yang baru, gagal dengan cepat dan belajar dari kesalahan yang dibuat. "Itu terdengar seperti entrepreneur di telinga saya," ujar Price.

Di lain sisi, fenomena ini menjadi semacam pengakuan bahwa mental entrepreneur itu makin diperlukan oleh perusahaan besar untuk tetap bisa bertahan dan bersainga dengan startup yang lebih kecil dan lincah. (*AP)

Sumber gambar:
caycon.com

Orang Batak Ini Sukses Berbisnis Batik



Orang Batak Ini Sukses Berbisnis Batik


Jugia Boru Marpaung. Mendengar nama itu mungkin tak terpikirkan jika wanita ini pengusaha batik Pekalongan. Bukan Anda saja yang terkejut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun heran ketika mengetahui pebisnis batik Jawa ini keturunan Batak.

Ini adalah pengalaman yang sangat menarik bagi Jugia ketika booth-nya dikunjungi Presiden dalam satu pameran di JCC, pertengahan tahun lalu. “Waktu itu Presiden menanyakan neng ndi Jawane?” ujar Jugia menirukan SBY.


Jugia menjawab kalau dia bukan Jawa. Pada saat itulah Presiden menyampaikan rasa salutnya kepada Jugia yang merupakan orang Sumatera Utara. “Ini bagus buat memotivasi orang Jawa, orang Batak saja bisa melestarikan budaya Jawa, masa orang Jawa tidak bisa,” katanya lagi, menirukan SBY.

Perempuan kelahiran Medan 28 Juni 1963 ini memulai bisnis batik tulis Pekalongan sekitar 5 tahun lalu. Saat itu untuk memulai bisnisnya Jugia harus rela mengeluarkan modal setiap minggu Rp16 juta untuk keperluan produksi. “Waktu pertama kita ga bisa langsung jual, jadi kita kumpulkan dulu sampai ada 200 pieces,” ujarnya seperti dilansir VIVAnews.

Pada awalnya perusahaannya yang diberikan nama Art@ Batik ini hanya membuat batik tulis saja, namun seiring berjalannya waktu ia ikut memproduksi batik cetak.

Ide untuk berbisnis batik ini datang dari ibunya yang selalu memakai batik ke mana pun pergi. Saat ia masih muda pun, ibu Jugia selalu menyarankan anaknya memakai batik. Dari situ lah ia berpikir untuk mengembangkan usaha batik ini.

“Kalau saya berjualan batik, sampai saya tidak ada pun usaha ini akan terus berjalan karena akan ada yang memakainya,” ujar Jugia.

Modal usahanya ini diperoleh dari suaminya yang bekerja sebagai kontraktor. “Dalam dua tahun pertama merintis usaha, mungkin saya sudah habis sampai Rp2 miliar,” ujarnya.

Jugia sempat hampir patah arang atas usahanya ini. Ia terus menerus melakukan pendekatan pasar dengan mengikuti berbagai macam pameran, walau nasib baik belum berpihak padanya. “Mungkin ada tiga kali pameran batik saya tidak ada yang membeli,” ujar dia.

Nasib pabrik batik Jugia mulai berubah kekita ia bertemu dengan  Yultin Ginanjar Kertasasmita dari Yayasan Batik Indonesia. Ibu Ginanjar inilah yang menawarkan masuk dalam asosiasi. Dari situlah ia terbantu, khususnya dalam hal pemasaran.

Karena masuk asosiasi, sekarang, produknya selalu ditaruh di daerah paling depan, sehingga orang yang lewat lebih banyak dan potensi pembelinya lebih besar.

Tak cuma masuk Asosiasi dan mengikuti pameran-pameran, Jugia juga terus mencari jaringan pemasaran sendiri, salah satunya dengan Sogo. Kerjasama ini menggunakan sistem berbagi keuntungan.

Sogo lah yang membantu penjualannya di saat sulit. “Saat ini pendapatan bersih saya dari Sogo sudah mencapai Rp30 juta per bulan,” katanya.

Jugia sedang mencari celah memperluas pasar ke luar negeri. “saya sedang meminta bantuan dari Kementrian Perdagangan,” ujarnya. Jugia mengakui belum mempunyai pasar di luar negeri. Sesekali ia di luar negeri hanya mengikuti pameran.

Di pabrik batik Pekalongan, ia memperkerjakan 62 karyawan. Jumlah ini menurun dari jumlah karyawan awalnya yang mencapai 82 orang. Ini wajar karena efisiensi setelah ia mulai menjual batik cetak.

Saat ini kisaran harga kain batik tulis produknya relatif mahal, Rp3 juta ke atas. Ini bergantung pada desain dan kesulitannya. Untuk batik cetak atau pakaian batik cetak dijual bervariasi dari Rp700 ribu hingga jutaan rupiah.

Tanda-Tanda Anda Butuh Istirahat dari Bisnis



Tanda-Tanda Anda Butuh Istirahat dari Bisnis



Entrepreneur telah terbiasa bekerja keras saat orang lain bersantai. Dan mereka juga masih bekerja di saat orang lain bekerja. Memang patut diakui pula bahwa sebagian besar entrepreneur mengidap sindrom workaholic. Tak ada yang salah dengan bekerja, tetapi saat keseimbangan kehidupan Anda mulai terganggu, saatnya Anda bertindak.


Inilah 6 tanda yang perlu Anda perhatikan. Jika menemukan sebagian besar tanda ini dalam diri Anda, kemungkinan besar Anda perlu rehat sejenak. Dan rehat kali ini Anda tak perlu mengerjakan apapun dan mengistirahatkan pikiran secara total dari bisnis Anda.

Memperlakukan semuanya layaknya bisnis

Berbisnis adalah hal yang baik, tetapi kurang sehat untuk menggunakan perspektif bisnis dalam semua aspek kehidupan kita. Bahkan jika sudah menjangkau aspek kecil dalam kehidupan sehari-hari yang tak selayaknya menggunakan perspektif bisnis, berarti Anda sudah berada dalam ketidakseimbangan.

Tidak peduli lingkungan sekitar

Anda terlalu fokus pada startup dan bisnis sehingga lingkungan Anda pun terbengkalai. Kebersihan kamar tidur dan ruang kerja tidak lagi Anda perhatikan.  Anda terpaku di meja untuk bekerja dan bekerja. Itu juga tak sehat secara fisik dan mental.

Terbangun di malam hari

Tak ada yang salah jika sekali-kali terbangun di malam hari, tetapi jika itu terjadi berulang kali dan membuat Anda tak bisa tidur nyenyak mungkin sudah saatnya Anda mawas diri. Apakah itu manifestasi dari kecemasan yang Anda hadapi dalam bisnis? Jika betul, saatnya Anda beristirahat.

Terobsesi dengan investor

Di manapun dan kapanpun Anda selalu terpikir untuk menemukan investor kaya raya yang bersedia memberikan pendanaan untuk bisnis baru Anda. Setiap kata pun Anda tata agar menarik orang tersebut untuk menjadi investor.

Berjejaring sosial tak kenal lelah

Berjejaring sosial adalah cara praktis membangun jejaring bisnis. Namun,  jika anda sudah begitu kecanduan jejaring sosial hanya untuk mendapatkan kenalan bisnis baru yang bisa Anda kerjasama untuk proyek berikutnya atau menjadi klien berikutnya, sudah saatnya mungkin Anda beristirahat. (*AP)

Tampilkan Proses Pembuatan demi Pupuk Kepercayaan Konsumen



Tampilkan Proses Pembuatan demi Pupuk Kepercayaan Konsumen



Kesadaran akan kesehatan menjadi pemicu bagi banyak orang untuk lebih peduli dengan apa yang mereka dan orang-orang terkasih  konsumsi sehari-hari. Saat seorang konsumen menyadari bahwa makanan atau minuman yang mereka konsumsi tidak memenuhi syarat kesehatan atau diolah dengan cara yang kurang higienis, tingkat kepercayaan mereka pun berkurang. Dan bisa jadi ini awal kehancuran bagi bisnis makanan/ minuman Anda.

Nah, jika Anda baru mendirikan sebuah usaha kuliner atau UKM yang berhubungan dengan dunia makanan, tak ada salahnya Anda mencoba strategi berikut untuk memupuk kepercayaan konsumen dan membuatnya lebih setia.

Memamerkan produk makanan atau minuman saja tidaklah cukup untuk menarik pengunjung. Coba tawarkan kesempatan bagi konsumen untuk menyaksikan bagaimana makanan atau minuman Anda dibuat.

Anda dapat mencoba untuk memutar film proses pembuatan produk Anda dari bahan mentah hingga benar-benar siap disajikan pada pelanggan. Sejumlah perusahaan makanan atau restoran bahkan membuka ‘dapur’ mereka sehingga konsumen mengetahui secara persis prosedur pembuatan produk. Dengan demikian, konsumen lebih yakin dengan tingkat kebersihan dan kadar gizi dalam produk yang mereka konsumsi.

Langkah-Langkah Jitu Promosi Usaha Makanan



Langkah-Langkah Jitu Promosi Usaha Makanan



Sering jumpai orang-orang yang memulai sebuah usaha makanan dengan berbekal pujian dari orang-orang terdekat. Mereka bisa memasak atau membuat satu jenis makanan dengan lezat, kemudian semakin banyak orang di sekitar mereka yang memberikan dorongan untuk memulai sebuah usaha dengan berbekal keahlian memasak yang piawai tersebut.

Namun sayangnya keahlian memasak yang top bukan hanya satu-satunya faktor penjamin keberhasilan sebuah bisnis makanan atau kuliner. Ada begitu banyak aspek-aspek lain yang juga perlu dipelajari meski sebelumnya tak pernah terpikirkan.

Salah satu faktor penentu keberhasilan bisnis makanan ialah strategi efektif untuk mempromosikan produk makanan yang dijual. Jika Anda adalah seorang peminat industri kuliner dan ingin merintis usaha makanan sendiri, pelajari dan terapkanlah sejumlah langkah promosi berikut ini agar produk Anda yang lezat itu tidak sia-sia begitu saja.

Langkah 1: Jaga kualitas produk

Promosi sering diartikan sebagai kegiatan yang agresif ke luar. Padahal usaha promosi produk harus dimulai dari produk itu sendiri.

Dalam hal ini, konsistensi cita rasa perlu diperhatikan. Jangan sembarangan mengubah bumbu atau bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan makanan. Kita pernah menemui penjual makanan kesukaan yang tiba-tiba rasa atau tekstur makanannya berubah dibandingkan saat terakhir kita mencicipinya. Umumnya konsumen akan merasakan kekecewaan jika makanan yang Anda jual kadang terasa lezat sekali minggu lalu, sedang-sedang saja di hari yang lain, atau sama sekali tidak menerbitkan selera makan pada hari ini.  Cara/ prosedur memasak juga perlu diperhatikan karena bisa mengakibatkan perubahan.

Langkah 2: Manfaatkan peristiwa-peristiwa yang mengundang keramaian

Efektivitas berpromosi dalam situasi yang ramai biasanya lebih tinggi daripada situasi yang lebih sepi. Kunjungi dan berpartisipasilah sebagai pengisi booth di bazaar, eksibisi, pasar malam, perayaan resmi momen tertentu.

Di sini Anda bisa merancang sebuah paket promosi spesial yang menarik, misalnya yang memberikan kesempatan terbatas untuk menikmati potongan harga dalam persentase tertentu atau mengadakan kontes.

Langkah 3: Cetak dan sebarkan selebaran di tempat yang tepat

Satu strategi ampuh untuk memberitahu pada sebanyak mungkin konsumen potensial ialah dengan membuat brosur dan menyebarkannya pada orang-orang yang potensial menjadi konsumen setia. Sertakan gambar yang menarik dilengkapi kontak untuk menghubungi jika ingin memesan dalam brosur Anda. Selain itu, trik lain agar selebaran Anda tidak begitu saja dibuang adalah dengan mencantumkan isi yang bermanfaat di dalamnya. Misalnya, Anda bisa sertakan resep makanan, pengetahuan tentang bahan makanan, trik mengolah bahan makanan, atau informasi lain yang kiranya relevan dengan industri kuliner.

Langkah 4: Cetak dan rekatkan stiker di benda-benda yang dilihat banyak orang

Mencetak stiker adalah hal mudah tetapi yang menjadi pekerjaan rumah berikutnya ialah menemukan tempat yang bisa sedemikian rupa bisa terlihat oleh khalayak ramai dengan mudah.

Langkah 5: Buat peta lokasi penjualan di kemasan produk Anda

Lokasi yang kurang strategis kadang menjadi kendala tersendiri bagi sebuah usaha untuk berkembang lebih besar. Mungkin kelezatan makanan Anda sudah tidak dipertanyakan lagi, tetapi jika orang sulit untuk membeli langsung ke tempat usaha Anda maka semua usaha Anda bisa sia-sia. Untuk itu, berikanlah petunjuk bagi pelanggan yang ingin membeli dengan sebuah peta lokasi toko atau pabrik Anda. Dan dengan mengetahui lokasi lebih baik, konsumen juga bisa menyebarkan keberadaan usaha Anda dengan lebih baik.

Langkah 6: Gabung dalam komunitas

Jadilah bagian dari sebuah perkumpulan atau komunitas agar lebih banyak orang bisa mengetahui keberadaan usaha makanan Anda. Selain itu, Anda bisa juga saling bertukar informasi dengan anggota komunitas lain dan menemukan peluang baru.

Langkah 7: Berinteraksi di berbagai media

Sebarkanlah keberadaan usaha bukan hanya dengan promosi ‘direct selling’ yang terbuka tetapi juga berusaha membangun sebuah komunikasi dua arah dengan masyarakat sekitar. Anda bisa menggunakan jalur-jalur konvensional seperti radio atau televisi (yang notabene membutuhkan anggaran khusus yang tidak sedikit) atau dengan jalur baru, yaitu jejaring sosial yang lebih murah tetapi membutuhkan waktu dan strategi untuk menjangkau orang dan mengubah mereka menjadi pelanggan.

Langkah 8: Perkenalkan ke departemen dan instansi terdekat

Perkenalkanlah produk makanan Anda kepada instansi dan departemen yang relevan di sekitar Anda. Misalnya kepada Dinas Pariwisata atau Departemen Perindustrian, Departemen Koperasi dan UKM.

Langkah 9: Bekerjasama dengan agen perjalanan

Mungkin langkah ini jarang terpikirkan. Namun jika makanan yang Anda produksi lekat dengan citra suatu kawasan atau daerah, Anda bisa menuai peluang bisnis dari para pemakai jasa agen perjalanan yang melewati toko atau daerah Anda. Anda bisa beri penawaran menarik berupa imbalan bagi agen perjalanan yang bisa mendatangkan pembeli ke usaha Anda.

Langkah 10: Buat program diskon di waktu-waktu spesial

Rancang sebuah program diskon pada waktu-waktu khusus yang  menarik sebagian besar orang untuk merayakannya dengan membeli produk makanan Anda. Selain waktu-waktu khusus seperti hari besar, libur, dan sebagainya, Anda bisa lakukan ini pada hari-hari saat transaksi lebih sepi dari biasanya. (*/Akhlis)

Sukses Menjual dengan Kemampuan Empatik



Sukses Menjual dengan Kemampuan Empatik


Menjual dengan cara lama misalnya dengan memaksa calon pembeli mendengarkan uraian panjang lebar nan persuasif tentang produk dan layanan Anda hanya akan membuat calon konsumen dan Anda sendiri lelah. Dan anehnya masih banyak orang yang melakukannya.

Saatnya Anda mengubah cara menjual! Gunakan kemampuan Anda dalam berempati dengan calon pembeli agar proses penjualan menjadi lebih mudah.

Kemampuan memberikan empati sebenarnya mudah. Intinya cuma mendengarkan uneg-uneg calon pembeli. Dan jangan cuma mendengarkan dengan sepintas. Cermati dengan sepenuh hati dan konsentrasi, untuk kemudian Anda bisa tangkap inti masalah yang mereka hadapi. Tanyakan apa saja masalah yang mereka hadapi. Temukan inti masalahnya.

Setelah itu, antarkan manfaat produk Anda yang bisa membantu calon konsumen menyelesaikan masalah yang menderanya. Jelaskan keuntungan yang mereka bisa nikmati setelahnya. (BOM/ *AP)

Lima Hal Utama Dalam Kegiatan Promosi



Lima Hal Utama Dalam Kegiatan Promosi


Sebelum mengenal arti promosi, kita harus bisa mengenal definisi dari promosi tersebut. Promosi yaitu suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain, sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya. Tujuan promosi secara ringkas ialah meningkatkan cashflow perusahaan.

Oleh karena itu agar promosi bisa berjalan efektif dan efisien maka ada lima hal utama yang perlu dilakukan sebelum melakukan kegiatan tersebut :

1. Who


Who disini berarti siapa sih sebenarnya target market atas produk/jasa yg kita tawarkan. Pemahaman atau penentuan siapa target market produk/jasa yg dituju sangatlah penting karena menyangkut kebutuhan setiap target market bisa berbeda.

2. Where


Setelah mengetahui secara spesifik siapa target market sebenarnya, maka kita harus mengetahui dimana (where) sebagian besar target market biasanya berada/berkumpul. Hal ini perlu kita ketahui agara promosi yang dibuat lebih tepat sasaran pada market yang dituju.

3. What


What mempunyai arti apa, jadi apa saja yang dapat diberikan oleh produk atau jasa yang ditawarkan,  sehingga menjadi solusi atas kebutuhan target market yang dituju. Semakin solusi yang ditawarkan sama dengan kebutuhan target market yang dituju, maka akan banyak yang melakukan pembeli atau transaksi.

4. Why


Why disini menyangkut mengapa sasaran atau target market memilih membeli dari kita bukan dari pesaing langsung. Nilai tambah apa yang dapat diberikan oleh produk atau jasa, sehingga orang harus membeli ditempat kita.

5. How


Untuk how disini menyangkut bagaimana cara kita mampu menginformasikan segala kelebih yang dimiliki oleh produk atau jasa yang ditawarkan pada target market yang dituju.

Jika sudah mampu mengidentifikasi lima hal utama seperti diatas, maka akan memudahkan kita melakukan kegiatan promosi. Jadi nantinya promosi akan berjalan efektif dan efisien. (*DI)

Gurihnya Laba Bisnis Tiket Pesawat Online



Gurihnya Laba Bisnis Tiket Pesawat Online


Berbisnis adalah salah satu cara untuk menambah pemasukan keluarga. Sayangnya, banyak orang mengalami kesulitan membangun usaha akibat terhadang urusan modal. Modal besar memang bisa menunjang kelancaran usaha, tetapi tidak jadi jaminan. Banyak yang telah membuktikan bahwa dengan modal yang relatif sedikit bisa memperoleh keuntungan berlipat ganda.

Menurut perencana keuangan Mike Rini Sutikno, CFP, dari lembaga Mike Rini & Associates Financial Planning & Education, dibutuhkan kejelian dalam menemukan peluang usaha. Salah satunya adalah dengan memerhatikan apa yang sedang digemari dan dibutuhkan masyarakat.

Nah, bisnis dalam bidang transportasi adalah satu di antara sekian bisnis unggulan. Selama masih ada kehidupan, masih akan ada kebutuhan untuk bepergian.

"Salah satu alat transportasi utama yang diandalkan adalah pesawat. Kini ada banyak maskapai penerbangan yang bisa dijadikan pilihan. Selain cepat, harganya pun beragam dan semakin ekonomis. Tak heran bila semakin banyak juga orang yang memilih menggunakan pesawat," jelas Mike seperti dilansir Kompas Female.

Anda bisa memulai usaha pemesanan tiket pesawat secara online. Saat ini ada penyedia jasa yang juga menawarkan kemitraan (waralaba). Dengan membayar sejumlah uang, Anda akan bisa mengakses jaringan berbagai maskapai untuk melakukan pemesanan sendiri.

Salah satunya adalah City Terminal Online System (Citos, www.citosconnection.com). Menurut pendirinya, Budikari Yunianto, Citos diciptakan pada Maret 2008 untuk memberi kemudahan bagi siapa saja yang ingin berbisnis tiket secara online. Saat ini Citos menyediakan tiket pesawat semua maskapai dalam negeri yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Menarik bukan?

Cara bergabungnya mudah. Anda hanya perlu mengisi formulir pendaftaran yang tersedia di situs Citos. Jika semua sudah lengkap, Anda bisa online saat itu juga. Setelahnya Anda akan mendapatkan user ID yang bisa terhubung dengan semua maskapai. Setelahnya, Anda bebas menelusuri dunia maya untuk mencari penawaran terbaik bagi para calon pelanggan.

Keuntungan berbisnis pemesanan tiket online:
1. Cepat dan praktis. Anda tidak perlu menyewa tempat karena bisa melakukannya di mana saja selama ada listrik dan internet. Peralatannya pun sederhana, yaitu seperangkat komputer dengan printer. Pembayaran dilakukan lewat transfer bank.

2. Sudah punya jasa travel sendiri. Menurut Budikari, keuntungan yang Anda peroleh sama besarnya dengan perusahaan travel lain. Besar komisi rata-rata tujuh persen.

3. Prospeknya sangat menjanjikan. Dalam waktu dekat, Citos akan menambah layanan dengan menyediakan pemesanan tiket kereta api. Setelah itu, di masa depan akan diperluas dengan tiket kapal laut, paket wisata, dan paket umrah.

4. Punya jaringan luas dengan mudah. Karena sistemnya sudah tersedia dan berjalan, Anda hanya perlu mengikuti. Anda tidak harus repot membangun hubungan dengan pihak-pihak maskapai.

5. Balik modal dalam waktu singkat. Transportasi dibutuhkan semua orang, apalagi pada masa-masa libur. Keuntungan Anda pada masa itu akan meningkat tajam dan modal awal pun sudah bisa kembali.

Hendri Prabowo-Paulus Maria, Sukses Kembangkan Resto Bebek Kaleyo



Hendri Prabowo-Paulus Maria, Sukses Kembangkan Resto Bebek Kaleyo



Bagi Anda yang tinggal di Kawasan Tebet Jakarta, nama restoran bebek kaleyo sudah terdengar akrab di telinga. Rasa gurih bercampur dengan sambel hijau yang dilumuri di atasnya pun langsung terbayang di depan mata. Dagingnya empuk dan rasanya yang enak sungguh tak bisa dilupakan begitu saja.

Yap, kelezatan Bebek Kaleyo tidak hanya ada di Jakarta saja bahkan sudah sampai merambah hingga Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Tapi siapakah yang sukses mengembangkan Bebek Kaleyo?

Dialah pasangan kakak beradik Hendri Prabowo dan Paulus Maria. Bebek Kaleyo muncul pertama kali di tahun 2007 di Cempaka Putih. Hendri mengatakan saat akan memulai sebuah bisnis, ia memilih bisnis apa yang cocok untuk digeluti. Artinya bisnis itu harus memiliki potensi untuk berkembang dan berkelanjutan,

“Dan bukan bisnis musiman,” ungkapnya. Meski dengan modal yang terbilang kecil, namun memiliki peluang untuk berkembang dengan baik, “Selain tidak mudah ditiru dan bisnis tersebut dapat berjalan dalam sebuah sistem,” ujarnya.

Karena itu mereka memilih bebek sebagai bahan baku. Namun meracik bebek bukan perkara mudah, sangat sedikit literatur yang menyediakan cara mengolah bebek, “Karena itu, kami membandingkannya dengan melihatnya cara mengolah masakan dari bahan baku ayam,” ungkap Hendri.

Hampir 300 halaman sejumlah menu yang ia kliping seputar cara memasak ayam disiapkan untuk dicoba satu demi satu, “Hampir setiap hari kita membeli satu ekor bebek untuk kita racik sesuai buku resep dari kliping yang kita kumpulkan,” ujar Hendri.

Bahkan diawal percobaan menemukan racikan bebek yang ideal, kegagalan menjadi hal biasa yang mereka alami, “Kita tidak patah semangat, meski kucing saja tidak mau memakannya,” ucapnya geli mengingat usahanya dalam menemukan resep terbaik.

Percobaan yang tak henti dilakukan ditegaskan pula oleh Paulus Maria, yang tak lain adalah kakak ipar Hendri. “Dengan terus mencoba seiring pembelajaran yang kita peroleh, akhirnya kita menemukan sebuah cara dan resep mengelola bebek yang akan menghasilkan cita rasa yang sangat baik,” ujar Paulus.

Menurut Paulus, puluhan percobaan yang telah dilakukan juga meminta sejumlah saudara, kerabat, bahkan tetangga untuk memberi penilaian atas produk yang mereka racik sendiri dengan mencicipi, maka terciptalah sebuah resep bebek kaleyo.

“Bahkan kami sempat membandingkan dengan salah satu produk masakan ayam terkemuka asal Solo untuk mencari perbandingan dengan resep yang mereka ciptakan,” ungkap Paulus, kita lakukan dengan terus memperbaiki hingga resep yang kita ciptakan diterima oleh para pencicip yang membantu terciptanya resep bebek kaleyo.

Saat ini restaurant bebek kaleyo sudah memiliki 8 cabang yang tersebar di Jakarta. “Kami senantiasa menjaga cita rasa bebek kaleyo, sehingga dimanapun pengunjung mendatangi bebek kaleyo maka cita rasa yang diharapkan akan sama,” jelas Paulus.

Sebagai restoran spesialis bebek, Bebek Kaleyo memiliki tiga menu unggulan: Bebek Goreng, Bebek Bakar dan Bebek Cabe Ijo. Bebek Goreng disajikan dengan kremesan. “Kelezatan daging bebek makin terasa nikmat dengan cocolan sambal dan taburan kremesan, dan dengan harga yang terbilang sangat terjangkau,” jelas Paulus.

Bebek kaleyo per potong seharga Rp 16 ribu, namun bila ingin mencicipi per ekor (terdiri dua dada dan dua paha) seharga Rp 62 ribu. “Namun jika Anda memilih menggunakan bebek muda, harganya Rp 18 ribu untuk setengah ekor,” terang Paulus.

Paulus pun berharap, dimasa mendatang bebek kaleyo akan terus dapat berkembang, “Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam mengelola sumber daya manusia,” ungkapnya. Saat ini, restaurant bebek kaleyo telah mempekerjakan ratusan orang dalam mendukung perkembangan perusahaan. Bebek kaleyo buka dari Senin hingga Sabtu pukul 11.00- 23.00 WIB, dan tutup pada hari Minggu. (asm)

Wirausaha Kurangi Kemiskinan



Wirausaha Kurangi Kemiskinan



Kewirausahaan menjadi salah satu kunci masa depan Asia dan Pasifik. Dengan dukungan pasar domestik yang besar dan kesempatan untuk kembali tumbuh semakin besar ketika pasar global pulih, kewirausahaan memberi dukungan strategis dalam mengurangi kemiskinan di Asia.

Hal itu mengemuka dalam Asia Entrepreneurship Forum di Makau, Kamis (20/9/2012), seperti dilaporkan wartawan Kompas Benny D Koestanto. Forum yang digelar Enterprise Asia—sebuah lembaga nirlaba di bidang kewirausahaan di Asia Pasifik—itu dihadiri lebih kurang 200 peserta dari kawasan Asia Pasifik. Mereka terdiri dari wakil pemerintah, penggerak sektor usaha kecil dan menengah, serta sejumlah ekonom.

”Secara esensial, kewirausahaan punya potensi untuk mengurangi kemiskinan. Sebab, kewirausahaan juga mempunyai akses untuk menumbuhkembangkan pendidikan dasar dan pelatihan sekaligus membuka kesempatan kerja,” kata Pemimpin Enterprise Asia, Tan Sri Dr Fong Chan Onn.

Bank Dunia dalam laporan Capturing New Sources of Growth, Mei 2012, mengungkapkan, sepertiga penduduk di kawasan Asia Timur dan Pasifik atau sekitar 500 juta orang masih hidup dalam kemiskinan.

Hanya saja, akibat krisis perekonomian global tahun 2008 yang berlanjut pada akibat turunan dari krisis utang di Uni Eropa sejak tahun lalu, tingkat pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat. Perekonomian kawasan itu tumbuh sekitar 8,2 persen pada tahun 2011 (4,3 persen jika tidak memperhitungkan China), turun cukup dalam dari tingkat pertumbuhan tahun 2010 yang hampir mencapai 10 persen (7,0 persen tanpa China).

Chan Onn, yang merupakan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia dalam kurun waktu 1999-2008, menyatakan, kebijakan pemerintah tidak dapat berdiri sendiri.

Salah satu pengusaha asal Indonesia yang hadir, Syahrial Yusuf, menyatakan, forum seperti Asian Entrepreneur Forum menjadi tempat yang pas untuk berbagi pengalaman dan menjalin hubungan. Presiden Direktur PT Nusa Groupindo dan pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia itu mengaku kemungkinan jalinan kerja sama datang lewat forum-forum sejenis. (*kompas.com)