Friday, April 4, 2014

Produsen Dodol Garut Gencar Memproduksi Dodol Buah



Produsen Dodol Garut Gencar Memproduksi Dodol Buah


Selama ini, Kabupaten Garut, Jawa Barat sangat identik dengan camilan dodol. Daerah ini sudah dikenal luas sebagai penghasil dodol sejak tahun 1962.

Sebagian besar produsen dodol garut melanjutkan usaha yang sudah dirintis orangtuanya sejak lama. Selain itu, banyak juga pemain baru yang berkecimpung di bisnis ini.

Alhasil, persaingan bisnis dodol garut kini semakin ketat. Di tengah ketatnya persaingan, kini mereka berlomba menawarkan dodol dengan pelbagai pilihan rasa.

Seperti yang dilakukan Haji Mimin, salah seorang produsen dodol asal Desa Bojong Salam, Garut. Di tengah persaingan yang ketat ia kini rajin melakukan inovasi.

Belakangan, ia fokus memproduksi dodol yang terbuat dari buah-buahan, seperti, nanas, tomat, durian, dan sirsak. Selain itu, ada juga dodol rasa rujak. "Aga bisa bersaing, sekarang saya fokus memproduksi dodol yang terbuat dari buah," ujar Haji Mimin yang sudah terjun ke bisnis dodol sejak tahun 2000 lalu.

Di wilayah Garut dan sekitarnya, dodol buatan Mimin dibanderol mulai Rp 12.500 - Rp 13.000 per kilogram (kg). Sementara di luar Garut, dijual mulai
Rp 14.000 per kg.

Harga luar kota sedikit mahal karena ada ongkos kirim ke tempat pemesanan. "Harga ini sudah tergolong murah," ujar Mimin. Menurutnya, harga dodol di Garut rata-rata mulai Rp 16.000 - Rp 20.000 per kg.

Kendati demikian, Mimin mengakui, ada produsen yang menjual lebih murah darinya, yakni Rp 10.000 - Rp 11.000 per kg. Menurutnya, itu merupakan salah satu dampak negatif dari ketatnya persaingan bisnis ini. Namun, ia mengaku tidak akan ikut banting harga hingga serendah itu.

Menurutnya, dodol buah produksinya lumayan diminati pasar. Tidak semua produk dodolnya berasa manis. "Ada yang pedas, sedang dan tidak pedas," ujarnya.

Dibantu sekitar 20 orang karyawan, Mimin bisa memproduksi 400 kg-500 kg dodol per hari. Ia mengaku bisa meraup omzet Rp 200 juta per bulan.
Selain Mimin, juga ada beberapa produsen lain yang memproduksi dodol buah.

Ambil contoh Japar. Ia memproduksi dodol  rasa mangga, arbei, stroberi, sirsak, dan nanas. Dodol bikinan Japar ini dibanderol mulai Rp 10.000 hingga Rp 28.000 per kg. "Biasanya dodol rasa rujak lebih mahal dari dodol rasa buah lain," ujar Japar yang menekuni usaha ini sejak tahun 2005.

Ia sendiri bisa memproduksi 5 kuintal dodol per hari dengan omzet Rp 400 juta per bulan. (*kontan.co.id)

No comments:

Post a Comment