Monday, December 30, 2013

Benih Gandum Ajaib




Benih Gandum Ajaib


Walikota Hu Gi Zon, suatu ketika bepergian di daerah kekuasaannya. Rombongannya dihentikan oleh seorang wanita tua, yang sedang mengunjungi sebuah kuil terkenal yang berada di dekat situ. Ia dengan getir mengeluh bahwa mantelnya telah dicuri. Sambil dengan sabar mendengarkan protesnya yang monoton dan membosankan itu, pejabat itu memerintahkan para ajudannya untuk mengubah jadwalnya dan menuju ke kuil itu. Dalam beberapa saat, mereka sampai.

Sesudah mengumpulkan sekelompok wanita tua di sekitarnya dan menyampaikan tujuannya, walikota itu mengambil sebuah tas kecil berisi benih gandum.

“Ibu-ibu,” katanya kepada mereka.

“Saya tahu dan percaya bahwa anda semua adalah orang-orang yang terhormat. Tolong genggamlah sedikit dari benih ajaib ini di telapak tangan anda, pejamkan mata dan ulangilah beberapa mantera sesudah saya. Benih yang dipegang oleh pencuri yang sesungguhnya akan tumbuh subur dan tinggi.”

Ia kemudian memerintahkan semua pengawalnya untuk memberikan segenggam penuh benih kepada wanita-wanita tua itu.

Dengan taat mereka mengikuti perintahnya. Ia mengutip beberapa kalimat dari sebuah kitab suci. Hampir semua wanita itu menutup mata mereka rapat-rapat dan dengan tenang mengulangi mantera-mantera itu, kalimat demi kalimat.

Namun, seorang wanita tua yang berdiri jauh di pojok, kelihatan bingung bercampur cemas. Ia membuka matanya sedikit dan berulang-ulang mengintip ke dalam genggamannya, memeriksa benih-benih itu dengan gugup.

Melihat hal ini, sang walikota memberi isyarat kea rah wanita tua itu. Para pengawalnya segera mengangkap wanita tua itu. Sesudah menggeledah dengan cepat, mereka menemukan barang curian itu. Dengan malu, wanita tua itu menundukkan kepalanya dan mengakui kesalahannya.

No comments:

Post a Comment