Monday, December 30, 2013

Pohon Kelapa Yang Pertama



Pohon Kelapa Yang Pertama



Beberapa waktu yang lalu, ada seorang laki-laki mendaki gunung yang tinggi. Di puncak gunung itu ada sebuah rumah. Di dalam rumah itu, tinggallah seorang tukang sihir. Seperti kebanyakan orang, orang laki-laki itu datang kepadanya untuk minta pertolongan.
Tukang sihir bertanya kepada orang laki-laki itu, “Apa yang kau inginkan dariku?”

“Oh tukang sihir, saya datang ke tempat Bapak karena mempunyai maksud,” kata orang laki-laki itu dengan hormat.
“Saya mohon Bapak mau mengabulkan permintaan saya. Saya ingin menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dalam segala hal. Jadikanlah saya menjadi orang yang ber­guna, bukan saja kepada mereka, tetapi juga kepa­da anak-anak mereka.”
“Sebetulnya, pikiranmu memang baik,” kata tukang sihir itu.
“Aku akan memberikan sesuatu padamu, sehingga maksudmu dapat terkabul.”
Tukang sihir itu mengambil kotak segi empat berwarna hijau dari dalam kotak sakti yang ada di sampingnya.
la memberikan kotak tersebut kepada orang laki-laki itu dan berkata, “Bawalah kotak ini. Tapi ingat, jangan sekali-sekali membuka kotak ini sebelum kau sampai di rumah.” Orang laki-laki itu mengambil kotak tersebut dengan senang hati. Setelah mengucapkan terima kasih, ia pulang ke rumahnya.
Sewaktu sampai di pertengahan jalan menuruni gunung itu, ia ingin sekali membuka kotak pemberian tukang sihir itu, sebab ingin mengetahui isinya. Tetapi karena ingat pesan tukang sihir, ia tidak jadi membukanya. Ia meneruskan perjalanan menuju rumahnya.
Ketika sampai di lapangan di kaki gunung itu, sekali lagi ia ingin membuka kotak ajaib itu. Kali ini keinginannya tak dapat ditahan lagi. Tutup ko­tak itu diangkat, lalu ia melihat ke dalamnya. Tiba-tiba ia berubah menjadi sebatang pohon. Makin lama pohon itu semakin tinggi, hingga akhirnya menyamai puncak pohon-pohon yang tinggi. Pada pohon itu ada setandan buah yang berwarna kuning kecoklatan. Tak lama kemudian, terdengar suara gemuruh dari rumah tukang sihir.
Suara itu mengatakan, “Karena kau telah melanggar perintahku, maka kau berubah menjadi pohon kelapa. Tapi aku masih mengabulkan permintaanmu, yaitu menjadi sesuatu yang berguna. Tiap-tiap bagian tubuhmu sangat berguna untuk manusia. Baik daun, buah, mau pun batangnya sangat ber­guna bagi manusia. Orang-orang akan minta pertolonganmu dalam kehidupan mereka. Tetapi kau tak akan kesepian, sebab kau hidup di lingkungan manusia.”
Sejak itu, pohon kelapa berkembang biak dengan cepat. Pohon kelapa disukai manusia ka­rena banyak gunanya. Tapi ada satu yang belum dikatakan tukang sihir itu, yaitu bahwa pohon kelapa tidak akan tumbuh di atas bukit atau gu­nung.

No comments:

Post a Comment