Monday, December 16, 2013

Pengalaman seram di hotel bandung



Pengalaman seram di hotel bandung

Hii.. selama ini aku cuma jadi penikmat kisah-kisah dan cerita misteri..tapi kali ini, wanda mau cerita pengalaman pribadi waktu jalan-jalan ke Lembang..kira-kira saat liburan akhir taun 2009..Mungkin tidak terlalu seram, tapi coba untuk dinikmati yah bacanya..

Kami memulai dengan berkendara dari jakarta menuju bandung, selama perjalanan di dalam mobil sudah tersiksa dengan ruang gerak yg sempit, karena mobil sudah pas diisi dengan 8 orang dan tas-tas yg diisi dengan pakaian ataupun snack dsb.

kami ber-8, dimana 4 wanita termasuk aku , kakak perempuanku Dewi, serta kedua temanku Novi dan Tris, sedangkan 4 pria lainya temanku  William, Budi, Gustaf, dan Martin. Diantara kami ada 2 org yang memiliki kemampuan lebih melihat dan merasakan hal-hal gaib, sepertinya sudah bawaan dari lahir menurutku.


Saat kami diujung dari tol Cipularang, kami teriak senang karena akhirnya tiba juga di kota bandung, ga sia-sia perjalanan kami dari jam 7 pagi dan tiba sekitar jam 10 pagi. Kami memutuskan jalan -jalan dulu sekitar cihampelas dan mencari makanan karena hotel yg sudah kami booking baru bisa chek in sekitar jam 2 siang.

Jam sudah menunjukan sekitar jam 12 dan kami putuskan menuju ke hotel yg kami pesan di sekitar Lembang, seingatku nama hotelnya seperti nama club bola dan mungkin interior serta bangunannya bagus dan bernuansa sporty.

Tapi ternyata pas kami sampai depan hotel yang bertuliskan "Hotel Juv*ntus", kami harus kecewa karena penampilan hotel itu sudah terlihat agak tua dan diluar perkiraan kami.

Ada sedikit masalah karena ternyata 1 kamar dari yg kami pesan belum check out dan belum siap kami tempati, jadi kami ber-8 karena sudah capek diperjalanan terpaksa menumpuk di 1 kamar sementara dan menunggu kamar 1 lagi (catatan: kami booking 2 kamar bersebelahan).

Bagusnya dr hotel ini, teras kamar kami langsung menghadap ke pemandangan yg bagus banget kl dilihat disiang hari, tapi tidak dapat dibayangkan jika matahari sudah terbenam, suara-suara dari lembah di kaki gunung sedikit mencekam dan gelapnya malam.

Sambil menunggu kamar, kami tertidur dan bangun sekitar jam 5, william  langsung ke reseption untuk ambil kunci kamar sebelah karena mau dipindahkan beberapa barang kami agar tidak menumpuk.

Saat William membuka kamar sebelah, dia sudah merasakan hawa yg kurang enak, lembab,dan dia sudah melihat beberapa penampakan didalam ruangan kamar tsb (catatan: William salah satu yg punya sixsense), dia mengatakan "mereka" seperti sedang berkumpul di kamar itu, mungkin arisan kali yah.

Aku dan novi serta martin pun ngintip kamar tsb dan kami merasakan hawa yg kurang nyaman dikamar itu menusuk kulit kami sehingga kami langsung merinding. Karena kamar itu terasa menyeramkan tidak ada satupun dari kami yg mau tidur dsana, dan akhirnya menumpuklah kami kayak pepes di dlm 1 kamar. Dalam hati, rugi jadinya pesen 2 kamar, krn Cuma 1 kamar yg dipakai .

Saat malam tentunya semakin mencekam, sekitar jam 11 malam, Aku, Novi, Budi, dan kakakku Dewi sdg main kartu remi didlm kamar, sedangkan yang lainnya berusaha tidur.

Karena kami bermain dan berisik, William menyuruh kami main di teras depan kamar dan kamipun mengiyakan karena tidak enak takut menggangu. Disinilah lebih seram bagiku, malam-malam diteras, didepan teras ada pohon besar dan beberapa kali terdengar suara seperti tokek, lalu mendengar lolongan anjing bergema disekitar kaki bukit.

Meja diteras berbentuk persegi panjang dan posisi meja merapat ke teras. Aku duduk disamping teras, di kananku ada kakakku Dewi, disebelahnya ada Novi, dan disebrangku ada Budi.

Lagi asyik-asyiknya main, perasaanku mulai tidak enak, cuaca juga semakin dingin dan aku merasa diperhatikan dari jauh entah oleh siapa, dan pandanganku terus menerus ke pintu kamar sebelah, sepertinya selalu menarik pandanganku ke arah situ.

Lalu tiba-tiba kaki kananku merinding dan terus merinding seperti ada yang "menempel" di kakiku (posisi kaki duduk bersila) , sekilas aku seperti merasa ada bayangan orang di belakang kakakku mondar mandir, padahal tentunya tidak ada orang lagi selain kami berempat dan ada bayangan hitam didepan pintu kamar sebelah.

Jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari tanpa kami sadari. Hawa dingin yang menusuk kulit lebih terasa dibanding sebelumnya, dan akupun menanyakan temanku apakah mereka mau berhenti main dan  tidur, dengan alasan aku ngantuk, padahal aku sama sekali belum ngantuk.

Hanya saja aku merasa amat sangat tidak nyaman. Kakakku sudah mengetahui gelagatku dan mengiyakan ajakan untuk tidur dengan alasan juga menyiapkan diri untuk besok jalan-jalan.

Sebelum tidur, kakakku minta ditemani ke reception karena mau meminjam mukenah, dia mau sholat dulu dikamar. Sebelum sampai receptionist, kami disapa oleh pegawai hotel yang kebetulan lewat, kami bertanya pada bapak itu dimana musholanya dan apakah boleh kami pinjam peralatan sholatnya.

Bapak itu menunjukan arah ke lorong di sepinggir taman. Sepanjang lorong gelap dan hanya bercahayakan lampu-lampu kecil dari hiasan didinding, aku berbisik dalam hati "gelap banget ini hotel, ga bisa bayar lampu lebih banyak apa?" dan kakakku yg kebetulan juga bs melihat hal-hal gaib terus menerus mengucapkan salam disepanjang lorong sampai mushola.

Setelah itu , baliklah kami ke kamar dan kakakku sholat, sedangkan aku, karena kami beda keyakinan, jadi aku hanya sebentar berdoa dan langsung tidur.

Keesokkan paginya, aku menceritakan kegelisahanku semalam dan bertanya pada kakakku:

D: kakakku Dewi     W: Wanda (aku)

W:   kak, semalam aku merasa ada yg ganjil loh saat kita main kartu diteras. Ada apa yah? Perasaan    aku ga enak terus.

D:  Kenapa de? Iya, memang ada yang ikut nimbrung pas kita di teras. Kakak juga kaget mulu semalam.

W:  Kaget kenapa? Trus kenapa yah kaki kanan aku merinding terus di paha?

D:   Kamu tau gak, semalem itu ada anak kecil lagi liatin kita maen dan kayak berpangku tangan didagunya diatas kaki kamu. Trus ada yang iseng tiba-tiba nongolin diri disamping kakak kayak kunti gitu, nyebelin deh, soalnya kakak kan lagi capek lihat yg gituan.

Uda gitu, dia mondar-mandir terus dibelakang kakak, kadang-kadang colek bahu juga. Mereka cuma penunggu sini yang penasaran sama kita, kamu ga perlu takut, kl takut langsung kamu doa.

W:   Ohhh githu tohh..pantes..aku sich memang ga bisa lihat kayak kakak, tp feeling aku suka ga enak dan merasa kl aku ga sendirian.

Lalu kamipun jalan-jalan di sekitar bandung dan lembang dan setelah nginep 2 hari di hotel itu, kami berencana nginep di villa teman dulu yang ada di lembang juga 1 hari, setelah itu kami pulang ke jakarta dengan selamat. Dan pastinya kami tidak berencana kembali booking dihotel itu.

No comments:

Post a Comment