Friday, February 28, 2014

Hendri Prabowo-Paulus Maria, Sukses Kembangkan Resto Bebek Kaleyo



Hendri Prabowo-Paulus Maria, Sukses Kembangkan Resto Bebek Kaleyo



Bagi Anda yang tinggal di Kawasan Tebet Jakarta, nama restoran bebek kaleyo sudah terdengar akrab di telinga. Rasa gurih bercampur dengan sambel hijau yang dilumuri di atasnya pun langsung terbayang di depan mata. Dagingnya empuk dan rasanya yang enak sungguh tak bisa dilupakan begitu saja.

Yap, kelezatan Bebek Kaleyo tidak hanya ada di Jakarta saja bahkan sudah sampai merambah hingga Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Tapi siapakah yang sukses mengembangkan Bebek Kaleyo?

Dialah pasangan kakak beradik Hendri Prabowo dan Paulus Maria. Bebek Kaleyo muncul pertama kali di tahun 2007 di Cempaka Putih. Hendri mengatakan saat akan memulai sebuah bisnis, ia memilih bisnis apa yang cocok untuk digeluti. Artinya bisnis itu harus memiliki potensi untuk berkembang dan berkelanjutan,

“Dan bukan bisnis musiman,” ungkapnya. Meski dengan modal yang terbilang kecil, namun memiliki peluang untuk berkembang dengan baik, “Selain tidak mudah ditiru dan bisnis tersebut dapat berjalan dalam sebuah sistem,” ujarnya.

Karena itu mereka memilih bebek sebagai bahan baku. Namun meracik bebek bukan perkara mudah, sangat sedikit literatur yang menyediakan cara mengolah bebek, “Karena itu, kami membandingkannya dengan melihatnya cara mengolah masakan dari bahan baku ayam,” ungkap Hendri.

Hampir 300 halaman sejumlah menu yang ia kliping seputar cara memasak ayam disiapkan untuk dicoba satu demi satu, “Hampir setiap hari kita membeli satu ekor bebek untuk kita racik sesuai buku resep dari kliping yang kita kumpulkan,” ujar Hendri.

Bahkan diawal percobaan menemukan racikan bebek yang ideal, kegagalan menjadi hal biasa yang mereka alami, “Kita tidak patah semangat, meski kucing saja tidak mau memakannya,” ucapnya geli mengingat usahanya dalam menemukan resep terbaik.

Percobaan yang tak henti dilakukan ditegaskan pula oleh Paulus Maria, yang tak lain adalah kakak ipar Hendri. “Dengan terus mencoba seiring pembelajaran yang kita peroleh, akhirnya kita menemukan sebuah cara dan resep mengelola bebek yang akan menghasilkan cita rasa yang sangat baik,” ujar Paulus.

Menurut Paulus, puluhan percobaan yang telah dilakukan juga meminta sejumlah saudara, kerabat, bahkan tetangga untuk memberi penilaian atas produk yang mereka racik sendiri dengan mencicipi, maka terciptalah sebuah resep bebek kaleyo.

“Bahkan kami sempat membandingkan dengan salah satu produk masakan ayam terkemuka asal Solo untuk mencari perbandingan dengan resep yang mereka ciptakan,” ungkap Paulus, kita lakukan dengan terus memperbaiki hingga resep yang kita ciptakan diterima oleh para pencicip yang membantu terciptanya resep bebek kaleyo.

Saat ini restaurant bebek kaleyo sudah memiliki 8 cabang yang tersebar di Jakarta. “Kami senantiasa menjaga cita rasa bebek kaleyo, sehingga dimanapun pengunjung mendatangi bebek kaleyo maka cita rasa yang diharapkan akan sama,” jelas Paulus.

Sebagai restoran spesialis bebek, Bebek Kaleyo memiliki tiga menu unggulan: Bebek Goreng, Bebek Bakar dan Bebek Cabe Ijo. Bebek Goreng disajikan dengan kremesan. “Kelezatan daging bebek makin terasa nikmat dengan cocolan sambal dan taburan kremesan, dan dengan harga yang terbilang sangat terjangkau,” jelas Paulus.

Bebek kaleyo per potong seharga Rp 16 ribu, namun bila ingin mencicipi per ekor (terdiri dua dada dan dua paha) seharga Rp 62 ribu. “Namun jika Anda memilih menggunakan bebek muda, harganya Rp 18 ribu untuk setengah ekor,” terang Paulus.

Paulus pun berharap, dimasa mendatang bebek kaleyo akan terus dapat berkembang, “Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam mengelola sumber daya manusia,” ungkapnya. Saat ini, restaurant bebek kaleyo telah mempekerjakan ratusan orang dalam mendukung perkembangan perusahaan. Bebek kaleyo buka dari Senin hingga Sabtu pukul 11.00- 23.00 WIB, dan tutup pada hari Minggu. (asm)

No comments:

Post a Comment