Wednesday, February 26, 2014

Menyusun Kebijakan Jejaring Sosial untuk Bisnis Anda



Menyusun Kebijakan Jejaring Sosial untuk Bisnis Anda



 Jejaring sosial adalah media baru untuk berpromosi. Tinggal buat akun, masuk dan kita bisa bebas berpromosi apa saja tentang produk dan layanan kita. Apalagi para pesaing sudah lebih dulu masuk. Mungkin itu yang banyak entrepreneur dan pebisnis pikirkan tentang jejaring sosial. Namun, betulkah semudah itu? Tidak juga.


Ada baiknya entrepreneur dan pemilik bisnis mencermati uraian berikut. Jejaring sosial memungkinkan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memperluas jangkauan bisnisnya ke masyarakat dunia. Tak hanya untuk promosi, jejaring social juga bisa digunakan untuk membangun dialog dengan para konsumen yang sudah ada dan masih setia pada produk dan layanan perusahaan Anda, dan juga membantu menyebarkan kabar mengenai produk dan jasa Anda.

Akan tetapi, tanpa menyusun sebuah kebijakan jejaring sosial yang rapi dan efektif, Anda hanya akan membuang tenaga dan waktu. Kebijakan ini perlu diketahui bersama oleh semua jajaran staf dan pimpinan bisnis. Berikut merupakan panduan singkat dan kiat untuk membantu Anda memulai menyusun kebijakan jejaring sosial dalam bisnis kecil Anda.


Bertanggung jawab terhadap apa yang ditulis

Setiap orang yang memiliki kemampuan untuk mempublikasikan konten dalam akun jejaring sosial perusahaan harus memahami cara menanggapi pelanggan yang baik. Untuk menghindari terjadinya kebingungan, pertimbangkan untuk menulis petunjuk/ manual singkat dengan panduan untuk bahasa yang berterima dalam jejaring sosial yang diikuti. Pastikan bahwa para karyawan yang memiliki akses ke jejaring sosial perusahaan untuk mengetahui siapa pihak yang bisa ditanya jika ada pertanyaan mengenai cara merespon terhadap komentar atau pertanyaan. Dan jangan abaikan untuk mempertimbangkan akun pribadi para karyawan, jika akun mereka menunjukkan hubungan afiliasi dengan akun perusahaan, status dan tweet serta jenis konten lain mereka bisa juga mempengaruhi merek Anda. Jelaskan pada mereka bahwa mereka harus sadar penuh dan bertanggung jawab atas kata-kata yang dipublikasikan di jejaring tersebut dan jenis konten yang mereka publikasikan melalui itu.


Pertimbangkan audiens Anda

Ketahui siapa saja yang akan Anda bidik di jejaring sosial dan jangkaulah mereka agar menjadi calon konsumen potensial dan jangkau mereka dengan kanal jejaring sosial.

Ingin bertemu dan berjejaring dengan pemilik bisnis lainnya? Mengapa tidak menggunakan LinkedIn dan forum-forum UKM lain sebagai arena utama Anda.

Bagi mereka yang ingin menjual produk dan layanan yang berbasisi konsumen

Facebook dan Twitter mungkin lebih tepat. Dengan jelas menunjukkan jejaring sosial yang Anda gunakan utamanya, Anda bisa memfokuskan waktu ututk kegiatan yang tepat daripada harus membagi rata waktu dan tenaga untuk 10 situs. Jika Anda kurang yakin situs mana yang terbaik, coba amati sebuah bisnis yang memiliki kemiripan dengan Anda yang sudah lebih dulu mapan dan eksis serta sukses memanfaatkan jejaring sosial dan perbaiki kesalahan yang Anda temukan dalam pengelolaan mereka. Mengukur seberapa banyak jumlah pengikut dan fans dalam akun pesaing dalam berbagai situs jejaring sosial bisa menjadi cara yang efektif untuk menetapkan benchmark atau standar penilaian yang transparan bagi perusahaan Anda.


Bersikap positif, suka menolong dan transparan

Selalu ingat 3 kiat berikut: tetap bersikap positif saat menggunakan jejaring sosial bahkan jika pelanggan atau calon konsumen kurang puas. Anda bisa menilik laman fan Facebook Intuit. Meskipun para pelanggan melampiaskan kekesalan mengenai produk Anda secara online, tim yang mengelola jejaring sosial harus tetap berkepala dingin dalam memberikan tanggapan. Bersikap terbuka dan bersedia memberikan bantuan juga berguna. Jika seseorang mempublikasikan sebuah pertanyaan mengenia perusahaan Anda, berikan sebuah respon segera bahkan jika itu hanya berupa sebuah tanggapan bahwa Anda akan segera kembali dengan sebuah jawaban.

Transparansi merupakan unsur lain yang tak kalah penting dalam komunikasi Anda. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti dan komunikasikan pesan dengan tepat sebagaimana yang Anda ketahui. Jika seorang pelanggan atau calon pembeli membutuhkan bantuan dengan masalahnya yang tak bisa diselesaikan secara online, beritahukan pada mereka kapan dan bagaimana Anda akan menghubungi Anda atau bertemu secara langsung.

Jejaring sosial ialah suatu petualangan baru yang masih belum sepenuhnya tereksplorasi bagi banyak entrepreneur. Anda akan menemukan banyak cara untuk menghubungkan bisnis dengan konsumen dan mitra bisnis  dengan cara inovatif dan menyenangkan. Gali manfaat dari jejaring sosial secara maksimal tetapi ingat kiat di atas.(*AP)
 

No comments:

Post a Comment