Friday, February 28, 2014

Penyerapan Kredit UMKM di Jawa Barat Rendah



Penyerapan Kredit UMKM di Jawa Barat Rendah



Penyaluran kredit perbankan di Jawa Barat ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) baru terserap Rp44,3 triliun sampai pekan kedua September 2012 dari total komitmen kredit yang disediakan Rp175 triliun.

Bank-bank yang beroperasi di Jawa Barat melihat pertumbuhan kredit UMKM, khususnya usaha mikro, sudah mulai melambat karena mulai terjadinya kejenuhan.

Pimpinan Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Barat-Banten Lucky Fathul Aziz Hadibrata mengatakan kejenuhan ini terjadi akibat belum meratanya penyaluran kredit kepada pengusaha mikro dan kecil.

"Katakanlah pengusaha kecil itu 8 juta, baru 2,5 juta yang dapat [kredit perbankan]. Sedangkan yang 5 juta lagi belum tersentuh," katanya, hari ini.

Lucky menuturkan bank-bank tersebut perlu merangsangnya dengan penawaran produk kredit baru untuk menarik pelaku usaha mikro mengembangkan bisnisnya.

Strategi itu, menurutnya, bisa memperluas pangsa kredit perbankan di sektor UMKm dengan terus menggali peluang dari pelaku usaha yang memang membutuhkan bantuan kredit.

"Karena itu jaringan harus banyak. Beberapa bank sudah siap ekspansi kantor dan menambah sekitar 2.000 pegawai untuk kegiatan usaha kredit mikro," ungkapnya.

Lucky menyatakan tren positif juga ditunjukkan perbankan di Jawa Barat dengan kesiapan pengembangan jaringan, penambahan sumber daya manusia (SDM), dan peningkatan teknologi informasi untuk merangkul pelaku UMKM.

Walau penyalurannya masih kecil, menurutnya, ketertarikan perbankan di Jawa Barat saat ini telah mengarah kepada UMKM karena potensi margin yang cukup besar.

Hal itu tanpa adanya  insentif ataupun disinsentif dari Bank Indonesia bagi bank atas penyaluran kredit UMKM. "Bank itu memang mencari peluang, dan yang kedua yaitu [mempertimbangkan] risiko," ujarnya.

Lucky menyebutkan salah satunya bank bjb yang memiliki segmentasi ke pasar usaha mikro dan kecil cukup serius bersaing dengan sejumlah bank nasional yang juga agresif menggarap segmen pasar tersebut.

"Karena persaingan antarbank makin ketat, suku bunga kredit diharapkan semakin menurun," ujarnya. (*/Bisnis)

No comments:

Post a Comment