Tuesday, February 23, 2016

Sepak terjang Gus Jari mengaku nabi Isa hingga berani menantang MUI


Sepak terjang Gus Jari mengaku nabi Isa hingga berani menantang MUI

Gus Jari alias Raden Aryo (40) warga asal Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengaku sebagai Nabi Isa habibullah dan mendapat wahyu akhir zaman. Gus Jari mendapat bisikan gaib saat sedang salat malam atau tahajud.

Pengakuan Gus Jari sebagai nabi akhir zaman setelah Nabi Muhammad, direspons serius Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kemarin, Senin (22/2), Gus Jari ditemani empat pengikutnya memenuhi undangan MUI dengan mendatangi Gedung Islamic Centre Alun-alun Jombang. Di sana dia menantang MUI dan para ulama untuk berdebat.

"Pak Jari memang kita panggil untuk klarifikasi terakit ajaran dan pengakuannya sebagai Isa habibullah," kata Ketua MUI Jombang KH Cholil Dahlan.

Dalam pertemuan yang digelar tertutup berlangsung kurang dari satu jam di lantai dua itu, sempat terjadi perdebatan antara Gus Jari dengan sejumlah ulama soal klaim menerima wahyu. Turut hadir juga sana perwakilan Kejaksaan Negeri Jombang, Polri, TNI, Bakesbangpol, serta sejumlah organisasi massa keagamaan.

Meski dijelaskan para ulama bahwa wahyu tidak turun lagi setelah turunnya Alquran, Gus Jari yang merupakan imam Pondok Pesantren Kahuripan Ash-Shiroth tetap ngotot dia menerima wahyu. Buat membuktikan itu, Gus Jari bahkan menantang tim Pakem menyiapkan ahli-ahli gaib, yang mata batinnya mampu melihat jati dirinya.

"Yang bersangkutan (Jari) meminta melibatkan ahli gaib, yang menurutnya siapa dirinya sebenarnya. Hanya saja kita (MUI) memiliki SOP untuk menyusun fatwa," ujar Cholil.


Ditambahkan Cholil, dalam waktu dua hari ini fatwa segera diterbitkan. Meski demikian, MUI belum berani menyimpulkan apakah kelompok Gus Jari sesat atau tidak.









No comments:

Post a Comment